Connect with us

DUNIA

Serangan Drone Ukraina Hantam Fasilitas Energi Rusia

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ukraina dilaporkan melancarkan serangan besar-besaran terhadap sejumlah fasilitas energi Rusia, termasuk dua kilang minyak, pada Sabtu (18/4/2026) dini hari waktu setempat. Serangan ini terjadi di tengah dinamika kebijakan energi global yang melibatkan Amerika Serikat.

Serangan tersebut menyasar sejumlah titik strategis, di antaranya kilang minyak Novokuybyshevsk dan Syzran di wilayah Samara, terminal minyak Tikhoretsk di Krasnodar, pelabuhan Vysotsk di Laut Baltik, serta depot minyak di Sevastopol, Krimea.

Komandan pasukan drone Ukraina, Robert “Madyar” Brovdi, menyatakan bahwa serangan ini merupakan bagian dari respons terhadap kebijakan terbaru Amerika Serikat yang kembali memberikan dispensasi kepada Rusia untuk menjual minyaknya di tengah sanksi.

Dispensasi tersebut diumumkan oleh Kementerian Keuangan AS pada Jumat (17/4/2026), dengan tujuan menjaga stabilitas pasokan minyak global di tengah kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik.

“Langkah ini untuk memastikan ketersediaan minyak bagi pasar global,” ujar juru bicara Kementerian Keuangan AS, dikutip dari CNN.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah mencegat 258 drone Ukraina dalam satu malam. Meski demikian, sejumlah pejabat daerah mengonfirmasi adanya dampak serangan.

Gubernur Samara, Vyacheslav Fedorishchev, melaporkan adanya serangan terhadap fasilitas industri, sementara otoritas Krasnodar menyebut kebakaran terjadi di depot minyak Tikhoretsk yang melibatkan ratusan personel pemadam.

Di wilayah Leningrad, kebakaran juga dilaporkan terjadi di pelabuhan Vysotsk, meskipun berhasil dipadamkan.

Serangan terhadap infrastruktur energi Rusia ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian global terhadap pasokan minyak. Perpanjangan dispensasi oleh AS disebut berdampak pada sekitar 100 juta barel minyak Rusia.

Badan Energi Internasional (IEA) mencatat pendapatan energi Rusia melonjak signifikan, hampir dua kali lipat pada Maret menjadi sekitar US$19 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor energi tetap menjadi faktor kunci dalam dinamika konflik Rusia-Ukraina dan geopolitik global.

Serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang terus berlangsung, sekaligus mempertegas peran strategis sektor energi dalam percaturan politik dan ekonomi dunia. (Mun)

TRENDING