Connect with us

NASIONAL

DPR Minta Negara Perkuat Perlindungan Anak

Aktualitas.id -

Anggota Komisi VII DPR Fraksi NasDem, Dini Rahmania
Anggota Komisi VII DPR Fraksi NasDem, Dini Rahmania

AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi VII DPR RI Dini Rahmania meminta seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, memperkuat upaya perlindungan anak agar kasus serupa tidak kembali terulang. Hal tersebut merespon kasus persekusi terhadap seorang anak berusia 6 tahun di kawasan Kramat, Jakarta Pusat, yang menyebabkan korban mengalami koma

Dini menilai peristiwa yang menimpa korban tidak bisa dipandang sebagai kenakalan anak semata. pasalnya tindakan yang menyebabkan seseorang mengalami luka berat hingga mengancam keselamatan jiwa merupakan bentuk kekerasan yang harus ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum.

“Bullying yang dibiarkan akan tumbuh menjadi kekerasan. Kekerasan yang dibiarkan akan melahirkan korban berikutnya. Karena itu negara tidak boleh hadir hanya setelah ada korban,” kata Dini.

Kader Partai NasDem itu mengaku prihatin atas kondisi korban yang masih menjalani perawatan setelah mengalami kekerasan. Pada saat hampir bersamaan, publik juga dikejutkan dengan kasus pengeroyokan terhadap seorang remaja di Surabaya yang berujung pada meninggalnya korban.

Dua kasus tersebut, kata Dini, menjadi alarm bahwa kekerasan terhadap anak dan remaja masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Peristiwa itu terjadi di wilayah perkotaan yang selama ini dikenal memiliki akses pendidikan dan informasi yang lebih baik dibanding daerah lain.

“Kita sering bangga membangun kota yang modern, tetapi jangan sampai lupa membangun manusianya. Percuma gedung semakin tinggi jika rasa kemanusiaan justru semakin rendah,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta pemerintah daerah perlu memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta lembaga perlindungan anak. Karena kasus kekerasan berawal dari persoalan kecil yang tidak ditangani sejak dini.

Lebih lanjut, katanya,sebagai mitra kerja Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia, DPR akan terus mendorong penguatan program perlindungan anak. Dalam pembahasan anggaran yang sedang berlangsung, ia meminta dukungan yang lebih besar bagi program pencegahan kekerasan, pendidikan karakter, pendampingan psikologis korban, dan penguatan sistem perlindungan anak di daerah.

“Tugas kita bukan hanya memastikan pelaku dihukum. Yang lebih penting adalah memastikan tidak ada anak lain yang menjadi korban berikutnya,” kata Dini.

Sebelumnya,  Kasus memilukan menimpa seorang bocah berusia 6 tahun di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Bocah berinisial MWP itu diduga menjadi korban perundungan dan persekusi yang berujung pada insiden tersengat listrik hingga sempat koma.

Peristiwa yang menggegerkan warga tersebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) di area Taman Kramat Pulo. Korban dilaporkan tidak sadarkan diri setelah mengalami sengatan listrik dari sebuah tiang yang diduga mengalami kebocoran arus.

Nenek korban, Linda Reselin, mengungkapkan bahwa cucunya sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat kejadian tersebut.

“Kalau sekarang cucu saya sudah sadar, tetapi masih ketakutan jika bertemu orang lain,” ujar Linda kepada wartawan, Rabu (10/6/2026). (Micko)

TRENDING