Connect with us

OTOTEK

Facebook Bela Konten Ajak Perang Lawan Islam

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Meta kembali memicu amarah publik global. Perusahaan raksasa induk Facebook dan Instagram ini kedapatan menolak menghapus deretan unggahan berisi seruan kekerasan terbuka dan narasi kebencian terhadap kaum Muslim, meski laporan pelanggaran sudah menumpuk di meja moderasi mereka.

Kejadian ini memuncak saat influencer sayap kanan ekstrem Amerika Serikat, Jake Lang, mengunggah poster berbasis kecerdasan buatan (AI). Gambar tersebut memperlihatkan prajurit bersenjata pedang memburu warga Muslim dengan seruan provokatif “Pawai Tentara Salib ke Dearborn” untuk “menghentikan Islamifikasi Amerika”. Dearborn sendiri dikenal sebagai kawasan pemukiman Arab-Amerika terbesar di AS.

Ironisnya, saat pengguna melaporkan konten yang jelas-jelas mengancam keselamatan jiwa tersebut, sistem otomatis Facebook merespon hanya dalam tempo satu menit: unggahan dinyatakan tidak melanggar dan tetap dibiarkan tayang.

BACA JUGA  Perang Talenta AI: Meta Sikat Para Ilmuwan OpenAI dengan Tawaran Triliunan Rupiah

Daftar pembiaran Meta makin panjang. Berbagai unggahan yang melabeli Muslim sebagai “kecoa”, ajakan “berburu”, hingga narasi pemusnahan massal dan ancaman pembunuhan masih melayang bebas di platform tanpa tindakan tegas.

Saat didesak pertanggungjawaban, Meta hanya berlindung di balik dalih standar perlindungan imigran dan hak “kritik kebijakan imigrasi” tanpa mampu menjelaskan mengapa seruan pembantaian manusia bisa lolos dari kategorisasi ujaran kebencian.

Dugaan kuat mengarah pada keberadaan algoritma Meta yang sengaja memprioritaskan engagement demi pundi-pundi iklan. Gambar-gambar provokatif berbasis AI sengaja dirancang untuk memicu kemarahan, yang secara otomatis diangkat oleh algoritma agar makin viral dan menjangkau jutaan orang dalam hitungan menit.

Pola pembiaran demi keuntungan finansial ini bukan barang baru. Publik tentu ingat peran masif Facebook dalam menyebarkan ujaran kebencian yang berujung pada genosida minoritas Rohingya di Myanmar pada 2017 silam.

BACA JUGA  Kacamata Pintar Meta Ditambahkan Fitur Pengenalan Wajah

Kini, dengan kehadiran teknologi AI yang memproduksi narasi kebencian secara massal, Meta seolah tidak belajar dari sejarah. Kelemahan fatal sistem moderasi di Facebook, Instagram, WhatsApp, hingga Threads memperlihatkan bahwa keamanan pengguna lagi-lagi dikorbankan demi trafik semata. (Firman/Mun)

TRENDING