Connect with us

NASIONAL

Anak Krakatau 6 Hari Tak Meletus

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Sudah enam hari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tak menunjukkan tanda-tanda letusan sejak erupsi terakhirnya pada Kamis (10/9/2026). Kendati permukaannya tampak tenang, pergerakan misterius di perut bumi gunung api aktif ini dipastikan belum mereda.

Berdasarkan pengamatan Pos Pemantauan pada Rabu (16/9/2026) pukul 06.00–12.00 WIB, instrumen mencatat satu gempa embusan, satu gempa low frequency, serta tremor menerus dengan amplitudo dominan 2 milimeter.

Kepala Pos Pemantauan Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Suwarno, menegaskan bahwa pergerakan kegempaan internal ini terus diawasi ketat untuk membaca dinamika magma di bawah permukaan.

“Gempa vulkanik dalam itu berkaitan dengan batuan di kedalaman 3,5 hingga 4 kilometer yang rontok termakan magma,” jelas Suwarno.

BACA JUGA  BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Jakarta Diguyur Hujan Lebat dan Petir Sabtu Ini

Suwarno menambahkan, ancaman pembesaran tubuh gunung biasanya dipicu oleh gempa multiphase sebuah dorongan material kuat dari bawah ke atas yang sanggup merubah bentuk fisik gunung meski tanpa letusan.

Meski letusan mereda, status Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga). Zona bahaya radius 3 kilometer dari kawah aktif tetap menjadi garis merah yang haram dilalui masyarakat maupun wisatawan.

Tantangan pemantauan makin berat lantaran faktor cuaca dan kendala teknis. Kabut tebal kerap menutup badan gunung, sementara jaringan CCTV pemantau visual di lapangan saat ini tidak aktif dan menunggu perbaikan dari pusat.

Suwarno mengingatkan agar tidak ada pihak yang nekat mendekati area kawah demi keselamatan jiwa. Penempatan alat pemantau dan pos pengamatan sengaja menjaga jarak aman dari lokasi rawan.

BACA JUGA  Tak Berpotensi Tsunami, Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Bayah Banten

“Kalau kita nekat berada terlalu dekat dan tiba-tiba ada letusan, bisa-bisa melayang nyawa kita,” tegasnya.

Petugas memastikan kondisi lapangan saat ini masih terkendali, namun kewaspadaan ekstra tetap diberlakukan hingga aktivitas vulkanik benar-benar stabil. (Irawan/Mun)

TRENDING