Connect with us

NASIONAL

Bikin Malu Prabowo! DPR Ngamuk Minta Qodari Tertibkan Deputi Tukang Pamer

Aktualitas.id -

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, fraksigerindra.id

AKTUALITAS.ID – Gaya hidup kelewat mewah alias flexing yang dipertontonkan Deputi II Badan Komunikasi (Bakom) RI, Timothy Ivan Triyono, akhirnya memicu amarah Senayan. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Sugiat Santoso, melayangkan teguran keras dan mendesak Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, untuk segera menindak anak buahnya tersebut.

DPR menilai kelakuan hedon pejabat Bakom tersebut sebagai ironi yang memalukan. Lembaga yang seharusnya bertugas menjaga dan membangun citra positif pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, justru dirusak dari dalam oleh pamer harta pejabatnya sendiri.

“Saya berharap pimpinan Bakom bisa menegur dan mendisiplinkan oknum Deputi Bakom yang berperilaku seperti itu. Menyesalkan perlakuan oknum pejabat yang flexing. Itu sama sekali tidak menunjukkan empati kepada kondisi masyarakat,” tegas Sugiat, Jumat (25/9/2026).

BACA JUGA  Viral Video Call Saat Rapat, Moreno Soeprapto Minta Maaf

Sugiat tak main-main dengan tegurannya. Politikus Partai Gerindra ini memberikan ultimatum tegas: jika Qodari gagal mendisiplinkan Timothy Ivan, Komisi XIII DPR RI akan memanggil paksa pimpinan Bakom ke Senayan dalam waktu dekat.

“Jika tidak ada perubahan, akan kami rapatkan. Dalam masa sidang ini kan tinggal satu minggu ya, nanti akan kami panggil untuk klarifikasi,” ancamnya.

Kemarahan Sugiat sangat beralasan. Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk hidup sederhana, memberikan keteladanan, dan berempati terhadap rakyat. Kelakuan Timothy justru mendegradasi upaya keras Presiden di mata publik.

Di sisi lain, sorotan tajam publik terhadap gaya hidup sultan Timothy dan istrinya mulai memunculkan bola salju kecurigaan. Publik mulai mempertanyakan asal-usul sumber kekayaan sang Deputi. Pasalnya, isu ini mulai dikait-kaitkan dengan manuver pengelolaan anggaran belanja media di internal Bakom RI yang nilainya ditaksir mencapai Rp 60 miliar setiap tahunnya.

BACA JUGA  FOTO: Partai Gerindra Gelar Bazar UMKM Merah Putih 

Meski demikian, saat disinggung mengenai rekam jejak gelap Timothy Ivan yang pernah diperiksa KPK terkait pusaran suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati pada akhir 2022 lalu, Sugiat memilih berhati-hati dan fokus pada pelanggaran etik di depan mata.

“Kalau terkait persoalan hukum, saya tidak terlalu bisa mencampuri. Tapi yang paling penting, yang terlihat di media sosial, kelakuan flexing oknum pejabat ini sangat tidak baik di mata publik. Apalagi dia pejabat negara,” tegas Sugiat.

Sebagai penutup, ia kembali mendesak Muhammad Qodari untuk segera membersihkan internal Bakom dari pejabat nir-empati. “Jangan malah sudah tidak mampu membangun citra positif Presiden, malah mendegradasi pemerintahan Prabowo dengan perilaku yang tidak menjadi teladan,” pungkasnya. (Bowo/Mun)

BACA JUGA  Bimantoro Wiyono: Jangan Nodai Demokrasi dengan Berita Bohong Berkedok Kebebasan Pers

TRENDING