Connect with us

EKBIS

Investor Panik, IHSG Kembali Masuk Zona Merah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada pembukaan perdagangan Selasa (29/9/2026). Bursa Indonesia langsung dibanjiri aksi jual sehingga indeks utama pasar modal Indonesia terperosok tajam ke zona merah sejak menit-menit awal perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak dalam rentang 6.028 hingga 6.126 pada perdagangan pagi. Hingga pukul 09.24 WIB, indeks anjlok 114,93 poin atau 1,87 persen ke posisi 6.032,9.

Pelemahan tersebut menandakan sentimen negatif masih mendominasi pasar. Tekanan jual terlihat merata di berbagai sektor sehingga membuat mayoritas saham mengalami koreksi.

Aktivitas perdagangan berlangsung sangat tinggi. Tercatat sekitar 10,03 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp2,90 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 397.610 kali transaksi.

BACA JUGA  IHSG Menguat 0,63% di Akhir Pekan, Investor Perhatikan Level Support Kunci

Data RTI juga menunjukkan situasi serupa. Pada pukul 09.05 WIB, IHSG sudah turun 1,12 persen atau 68,77 poin ke level 6.079,089.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 439 saham melemah, hanya 132 saham menguat, sementara 143 saham bergerak stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual jauh lebih dominan dibanding minat beli investor.

Saat pembukaan, IHSG berada di level 6.118,81 dengan pergerakan yang relatif sempit pada kisaran 6.116 hingga 6.125. Namun tekanan jual yang datang bertubi-tubi membuat indeks semakin terpuruk memasuki sesi perdagangan pagi.

Volume perdagangan tercatat mencapai 11,48 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp237,63 miliar pada fase awal pembukaan. Angka tersebut terus meningkat seiring aktivitas pasar yang semakin ramai.

BACA JUGA  Jumat Kelabu, IHSG Anjlok Lebih dari 1%

Data lain menunjukkan sebanyak 475 saham mengalami penurunan, hanya 118 saham menguat, dan 137 saham stagnan. Dominasi saham merah itu menjadi cerminan kuat bahwa sentimen pasar masih negatif.

Secara statistik, kondisi IHSG juga masih menghadapi tekanan dalam berbagai periode. Dalam satu bulan terakhir, indeks telah terkoreksi 7,89 persen. Secara mingguan, IHSG juga mencatat pelemahan 3,15 persen.

Meski demikian, dalam periode tiga bulan terakhir IHSG masih membukukan kenaikan 3,11 persen. Namun jika ditarik ke periode enam bulan, indeks masih mencatat penurunan cukup dalam hingga 18,30 persen.

Pelaku pasar kini menaruh perhatian besar pada pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan hari ini. Jika tekanan jual terus berlanjut, bukan tidak mungkin IHSG akan semakin mendekati level psikologis 6.000 yang selama ini menjadi area penting bagi investor. (Firman/Mun)

BACA JUGA  Meski Jakarta Diguyur Hujan, IHSG Menguat ke Level 8.705

TRENDING