Connect with us

EKBIS

10 Menit Rungkad, IHSG Langsung Terjun Bebas ke Bawah 6.000

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada pembukaan perdagangan Jumat (2/10/2026). Setelah sempat dibuka menguat, indeks utama Bursa Efek Indonesia itu tak mampu mempertahankan posisinya dan langsung berbalik ke zona merah hingga menembus level psikologis 6.000.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 6.033,08 atau naik 23,58 poin setara 0,39 persen. Namun optimisme tersebut hanya bertahan sesaat. Dalam waktu kurang dari 10 menit, indeks berbalik arah dan merosot hingga ke level 5.987.

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat berada di level 6.012,84 sekitar pukul 09.05 WIB sebelum kembali tertekan. Lima menit kemudian, indeks turun 0,30 persen menjadi 5.991,53 dan terus melemah hingga menyentuh kisaran 5.986 pada pukul 09.14 WIB.

BACA JUGA  IHSG Tembus 7.096 di Awal Perdagangan

Pelemahan kali ini terjadi secara merata di hampir seluruh sektor. Saham-saham sektor energi, teknologi, keuangan, kesehatan, infrastruktur, material dasar, konsumer primer dan nonprimer, hingga transportasi kompak berada di zona merah sehingga menekan laju indeks lebih dalam.

Tekanan jual juga terlihat dari dominasi saham yang melemah. Hingga pukul 09.14 WIB, tercatat sebanyak 362 saham terkoreksi, sementara hanya 203 saham yang menguat dan 173 saham bergerak stagnan.

Meski pasar sedang tertekan, aktivitas transaksi tetap berlangsung cukup tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp2,281 triliun dengan volume perdagangan menembus 43,603 miliar saham.

Kondisi ini memperpanjang tren pelemahan IHSG sepanjang pekan berjalan. Dalam lima hari perdagangan terakhir, indeks tercatat sudah turun sekitar 4,02 persen. Bahkan jika dihitung dalam sebulan terakhir, koreksi IHSG telah mencapai 9,72 persen.

BACA JUGA  Awal Pekan Bergairah: IHSG Dibuka Menguat 28,64 Poin Pagi Ini

Tekanan yang terjadi pada hampir seluruh sektor pasar menunjukkan sentimen negatif masih membayangi pergerakan bursa domestik. Investor kini menanti katalis positif yang mampu mengangkat kembali kepercayaan pasar setelah indeks terus kehilangan tenaga dalam beberapa pekan terakhir. (Firman/Mun)

TRENDING