EKBIS
Rupiah Berhasil Tekuk Dolar AS
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan dengan performa positif. Mata uang Garuda berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (12/10/2026), seiring tekanan yang dialami mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat berada di kisaran Rp17.879 per dolar AS pada perdagangan pagi. Posisi tersebut menguat sekitar 20 poin atau 0,11 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.899 per dolar AS.
Sementara itu, data lainnya menunjukkan rupiah bergerak di rentang yang relatif sama. Pada pembukaan perdagangan, mata uang Indonesia sempat menguat 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp17.894 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penguatan rupiah juga tercermin dalam data Refinitiv yang mencatat mata uang Garuda terapresiasi sekitar 0,08 persen ke level Rp17.860 per dolar AS pada awal sesi perdagangan.
Pergerakan positif tersebut terjadi di tengah melemahnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia. Berdasarkan data Bloomberg, indeks pergerakan dolar menunjukkan mata uang AS kehilangan sebagian tenaganya setelah ditutup di level Rp17.899 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.
Meski demikian, sepanjang tahun 2026 dolar AS masih mencatat penguatan signifikan terhadap rupiah. Hingga saat ini, mata uang AS tercatat menguat sekitar 7,21 persen terhadap mata uang Indonesia.
Di pasar global, pergerakan dolar AS terlihat bervariasi terhadap mata uang utama dunia. Dolar tercatat menguat terhadap euro (EUR) sebesar 0,13 persen, terhadap poundsterling (GBP) 0,11 persen, serta terhadap dolar Australia (AUD) 0,07 persen.
Sebaliknya, dolar AS mengalami pelemahan terhadap yen Jepang (JPY) sebesar 0,11 persen, dolar Kanada (CAD) 0,03 persen, dan franc Swiss (CHF) sekitar 0,07 persen.
Pelaku pasar kini mencermati berbagai sentimen eksternal dan pergerakan mata uang global yang berpotensi memengaruhi arah rupiah sepanjang perdagangan hari ini. Berdasarkan proyeksi pasar, dolar AS diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.881 hingga Rp17.895 per dolar AS.
Penguatan rupiah di awal pekan menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik, meskipun tekanan eksternal dan volatilitas global masih membayangi pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek. (Firman/Mun)
-
NASIONAL12/10/2026 16:30 WIBHabib Syarief Desak Usut Tuntas Perusakan Bus Persib di Batang
-
POLITIK13/10/2026 06:00 WIBPKS Belum Putuskan Prabowo 2029
-
POLITIK12/10/2026 17:00 WIBDemokrat Tak Tutup Pintu Soal Impeachment Gibran
-
JABODETABEK13/10/2026 05:30 WIBBMKG: Selasa Jakarta Berawan Seharian
-
POLITIK12/10/2026 19:00 WIBPKB: Prabowo Layak Pimpin Indonesia Dua Periode
-
EKBIS13/10/2026 05:00 WIBRahasia Angin Sudah Dijelaskan Al-Qur’an 14 Abad Lalu
-
POLITIK13/10/2026 13:00 WIBNasDem Kaji Aspirasi Daerah Sebelum Sikapi Polemik Ijazah Gibran
-
POLITIK13/10/2026 11:00 WIBPAN Tegaskan Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Cawapres Diserahkan ke Capres

















