DUNIA
Rekam Serangan Houthi, Warga AS Berujung Ditahan di Arab Saudi
AKTUALITAS.ID – Niat hati ingin mengabadikan momen, sejumlah warga negara Amerika Serikat (AS) justru harus berurusan dengan aparat penegak hukum di Arab Saudi. Mereka dilaporkan ditangkap setelah nekat mengambil foto dan merekam video rentetan serangan mematikan kelompok Houthi yang mengguncang negara kaya minyak tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Insiden penangkapan ini secara resmi diumumkan oleh Kedutaan Besar AS di Riyadh pada Senin (12/10/2026). Meski pihak kedutaan tidak merinci berapa jumlah pasti warganya yang ditahan maupun status kebebasan mereka saat ini, alasan penangkapannya sangat jelas: pelanggaran privasi keamanan negara.
“Beberapa warga negara Amerika telah ditahan karena mengambil foto peristiwa-peristiwa terkini,” tegas Kedubes AS dalam pernyataan resminya.
Otoritas keamanan Arab Saudi sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras. Siapapun yang terbukti merekam, mempublikasikan, atau menyebarluaskan informasi terkait upaya pencegatan rudal dan drone (pesawat tak berawak), serta memotret lokasi dampaknya, akan langsung dijerat hukum pidana.
Ketatnya aturan ini dikonfirmasi oleh sejumlah warga negara asing (WNA) di Riyadh. Mereka bersaksi bahwa beberapa kenalan mereka langsung diciduk aparat hanya karena membagikan rekaman jatuhnya rudal di media sosial.
Buntut dari eskalasi serangan Houthi dan penangkapan ini, Kedubes AS mengeluarkan instruksi darurat. Seluruh pegawai pemerintah AS kini dilarang keras menggunakan bandara mana pun di wilayah Arab Saudi tanpa izin khusus dari pihak kedutaan. Warga sipil Amerika juga diimbau untuk “sangat berhati-hati” jika terpaksa harus bepergian melalui jalur udara di Saudi.
Situasi di Arab Saudi saat ini tengah memanas akibat teror bertubi-tubi dari kelompok Houthi yang didukung Iran. Sepanjang akhir pekan lalu, serangan drone dan rudal menghantam fasilitas vital, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, sebuah bandara di Dammam, serta sejumlah fasilitas kilang minyak.
Dampak serangan tersebut sangat fatal. Sedikitnya 18 orang tewas—termasuk 13 korban jiwa dalam serangan berdarah di bandara Riyadh pada Sabtu (10/10)—serta memakan ratusan korban luka-luka. Dua korban jiwa lainnya juga dilaporkan tewas akibat hantaman rudal di Bandara Internasional Abha. Di tengah kondisi krisis dan duka ini, tindakan merekam lokasi serangan dianggap pemerintah Saudi sebagai pelanggaran berat yang mengancam keamanan nasional. (Mun)
-
POLITIK13/10/2026 11:00 WIBPAN Tegaskan Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Cawapres Diserahkan ke Capres
-
RIAU13/10/2026 22:30 WIBWakil Ketua III DPRD Bengkalis Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak
-
RAGAM13/10/2026 13:30 WIBIlmuwan Temukan Cara Membunuh HIV yang Bersembunyi
-
NUSANTARA13/10/2026 12:30 WIBDarurat Asap! Kualitas Udara Kalteng Masuk Level Mematikan
-
EKBIS13/10/2026 11:30 WIBHarga BBM di Semua SPBU RI Hari Ini Bikin Dompet Aman
-
POLITIK13/10/2026 13:00 WIBNasDem Kaji Aspirasi Daerah Sebelum Sikapi Polemik Ijazah Gibran
-
NASIONAL13/10/2026 20:15 WIBPejabat BNPB Dikabarkan Terjaring OTT KPK
-
NASIONAL13/10/2026 19:00 WIBKarhutla Kaltim Masih Membara, Gubernur Rudy Mas’ud asyik Sarapan di Singapura

















