POLITIK
PKB: Pansus Ijazah Gibran Masih Sebatas Wacana
AKTUALITAS.ID – Wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPR terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai bergulir di ruang publik dan parlemen. Namun, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan bahwa usulan tersebut masih sebatas pembahasan dan belum menjadi keputusan resmi partai.
Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, mengatakan pihaknya saat ini masih menampung dan mengkaji berbagai pandangan yang berkembang, termasuk masukan dari aliansi masyarakat sipil yang ikut menyoroti polemik tersebut.
Menurut Jazilul, seluruh aspirasi yang masuk akan dipelajari secara cermat sebelum partainya menentukan sikap politik lebih lanjut terkait usulan pembentukan pansus.
“Kami masih dalam posisi menerima dan mengkaji berbagai pendapat dan masukan dari sejumlah kalangan, termasuk aliansi masyarakat sipil,” kata Jazilul, Rabu (14/10/2026).
Meski demikian, ia menegaskan hingga saat ini PKB belum mengambil keputusan untuk mendukung ataupun mendorong pembentukan pansus.
“Kami pun menghargai pendapat Pak Andi Arief, namun soal pansus masih sebatas wacana saja. Ya silakan berwacana,” ujarnya.
Pernyataan Jazilul merespons pandangan politikus Partai Demokrat, Andi Arief, yang sebelumnya menyebut Gibran membutuhkan ruang untuk memberikan klarifikasi terkait polemik yang muncul setelah putusan Mahkamah Konstitusi.
Andi menilai forum pansus DPR dapat menjadi wadah terbuka untuk menjelaskan berbagai pertanyaan yang masih berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, mekanisme politik seperti pansus bukan hal baru dalam sejarah parlemen Indonesia.
“Karena itu menurut saya yang butuh pansus atau butuh klarifikasi itu sebenarnya adalah Wapres Gibran sendiri, Wapres Mas Gibran sendiri. Kita tahu tahun 2010 itu ada Pansus Century, di mana koboi-koboi Senayan menggulirkan pansus,” kata Andi Arief.
Munculnya usulan tersebut menandakan polemik terkait Gibran masih menjadi isu yang menarik perhatian sejumlah kalangan politik. Namun hingga kini belum terlihat adanya kesepakatan ataupun dukungan mayoritas fraksi untuk membawa gagasan tersebut ke tingkat pembahasan resmi DPR.
Sikap PKB yang memilih menampung seluruh masukan menunjukkan partai tersebut masih berhati-hati dalam menyikapi isu yang sensitif secara politik. Di tengah derasnya perdebatan, arah pembahasan di parlemen akan menjadi penentu apakah wacana pansus hanya berhenti sebagai diskursus politik atau berkembang menjadi agenda resmi di Senayan. (Firman/Mun)
-
RIAU13/10/2026 22:30 WIBWakil Ketua III DPRD Bengkalis Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak
-
NASIONAL13/10/2026 20:15 WIBPejabat BNPB Dikabarkan Terjaring OTT KPK
-
POLITIK13/10/2026 20:00 WIBKepala Bakom Tegaskan Wapres Gibran Tak Bisa Dimakzulkan
-
OASE14/10/2026 05:00 WIBInilah Doa Nabi Muhammad SAW agar Hujan Membawa Manfaat
-
JABODETABEK14/10/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Cuaca Cerah di Seluruh Jakarta
-
RIAU13/10/2026 21:30 WIBHendrik Pangaribuan Berharap Pelalawan Makin Maju dan Sejahtera
-
POLITIK14/10/2026 07:00 WIBGerindra: Prabowo Tak Dipilih untuk Menyenangkan Pengamat
-
NASIONAL14/10/2026 08:00 WIBKemenbud Mulai Pemugaran Yasti Borobudur, Pertama Sejak 1911

















