Connect with us

NASIONAL

BNPB: 2.236 Bencana Sepanjang 2026

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Indonesia masih berada dalam bayang-bayang ancaman bencana alam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 2.236 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Tanah Air hingga Kamis (29/10/2026).

Dari ribuan kejadian tersebut, bencana hidrometeorologi menjadi penyumbang terbesar dengan persentase mencapai 99,19 persen. Sementara bencana geologi hanya menyumbang sekitar 0,81 persen dari total kejadian yang tercatat.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi bencana yang paling dominan sepanjang tahun ini.

“Urutan bencana terbanyak meliputi karhutla 1.040 kejadian, banjir 590 kejadian, cuaca ekstrem 340 kejadian, kekeringan 125 kejadian, dan tanah longsor 109 kejadian,” ujar Berton dalam keterangan resminya, Kamis (29/10/2026).

BACA JUGA  Hadapi Corona, Kepala BNPB: Indonesia Tak Miliki Alat Pemeriksaan Cepat

Data tersebut menggambarkan bahwa ancaman perubahan cuaca dan iklim masih menjadi faktor utama pemicu bencana di Indonesia. Karhutla yang menembus lebih dari seribu kejadian menjadi indikator besarnya tekanan lingkungan yang terjadi sepanjang tahun ini.

Di saat data nasional terus bertambah, BNPB juga melaporkan munculnya lima kejadian bencana baru dalam sehari. Peristiwa tersebut meliputi banjir di Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Mandailing Natal, tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, serta kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Morowali Utara.

BNPB turut memberikan klarifikasi terkait laporan banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Menurut lembaga tersebut, laporan terbaru merupakan penambahan kejadian baru, sedangkan data 691 kepala keluarga terdampak merujuk pada laporan sebelumnya dan bukan perhitungan ganda.

BACA JUGA  BNPB Pastikan 54 Korban Jiwa Gempa NTT

Sementara itu, dampak banjir juga masih dirasakan warga di sejumlah daerah. Di Kota Subulussalam, Aceh, sebanyak 1.985 kepala keluarga terdampak dengan 177 rumah terendam banjir. Sedangkan di Kabupaten Langkat tercatat 691 kepala keluarga turut merasakan dampak bencana tersebut.

Tak hanya banjir, ancaman kekeringan juga masih menghantui sejumlah wilayah. BNPB mencatat sebanyak 162.304 warga terdampak kekeringan. Untuk mengurangi beban masyarakat, distribusi bantuan air bersih telah dilakukan di Kabupaten Pekalongan, Cilacap, Klaten, Nganjuk, dan Blitar.

Total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 335.900 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah terdampak.

Memasuki masa peralihan musim kemarau ke musim hujan, BNPB mengeluarkan peringatan dini kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Munculnya Bibit Siklon Tropis 91B dinilai berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.

BACA JUGA  Update Banjir Sumatra 28 Desember: Korban Meninggal Tembus 1.140 Jiwa

BNPB menegaskan kesiapsiagaan menjadi kunci utama menghadapi ancaman bencana yang diprediksi meningkat seiring masuknya musim hujan. Pemerintah daerah diminta memperkuat langkah mitigasi, sementara masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca dan potensi bencana di wilayah masing-masing.

Dengan total 2.236 kejadian dalam kurun kurang dari satu tahun, 2026 menjadi pengingat bahwa Indonesia masih berada di jalur rawan bencana dan membutuhkan kesiapsiagaan kolektif untuk meminimalkan risiko maupun korban yang ditimbulkan. (Irawan/Mun)

TRENDING