OTOTEK
Tahun lalu, Facebook Hapus Ratusan Juta Akun Palsu
AKTUALITAS.ID – Ratusan juta akun palsu dihapus oleh Facebook pada 2018 sebagai upaya menegakkan kebijakan Standard Komunitas yang dibuat untuk membuat platform tersebut nyaman bagi pengguna. “Pada kuartal kedua 2018, Facebook menghapus 800 juta akun palsu, sementara pada kuartal ketiga, jumlah akun yang dihapus sebanyak 800 juta,” kata Sheen Handoo, Part of Content Policy, Facebook […]
AKTUALITAS.ID – Ratusan juta akun palsu dihapus oleh Facebook pada 2018 sebagai upaya menegakkan kebijakan Standard Komunitas yang dibuat untuk membuat platform tersebut nyaman bagi pengguna.
“Pada kuartal kedua 2018, Facebook menghapus 800 juta akun palsu, sementara pada kuartal ketiga, jumlah akun yang dihapus sebanyak 800 juta,” kata Sheen Handoo, Part of Content Policy, Facebook Asia Pasifik di Jakarta, Kamis.
Ini meliputi menghapus konten, menayangkan peringatan pada layar, juga menonaktifkan akun ofensif dan/atau meneruskannya ke penegak hukum.
Jumlah ini meningkat 10 kali lipat dibandingkan kuartal empat pada 2014.
Sepanjang April hingga September 2018, Facebook telah menegakkan kebijakan terhadap konten mengandung pornografi dewasa, aktivitas seksual, akun palsu, ujaran kebencian, spam, propaganda teroris dan kekerasan serta konten grafis.
Laporan tersebut juga meliputi dua kategori data yang tidak termasuk dalam laporan pertama pada Mei silam, yakni intimidasi dan pelecehan, pornografi anak serta eksploitasi seksual pada anak.
Sheen mengatakan Facebook semakin bisa mengidentifikasi konten secara proaktif sebelum ada seseorang yang melaporkannya, termasuk soal ujaran kebencian dan kekerasan.
Jumlah ujaran kebencian yang secara proaktif telah terdeteksi, sebelum dilaporkan pengguna, berlipat ganda dibandingkan kuartal keempat 2017 (24 persen), di mana pada kuartal ketiga 2018 menjadi 52 persen.
“Sementara tingkat deteksi proaktif untuk kekerasan dan konten grafis meningkat dari 72 persen (kuartal keempat 2017) menjadi 97 persen (kuartal ketiga 2018).”
Facebook memiliki 15.000 orang di dunia yang bertanggungjawab meninjau konten yang dilaporkan karena berpotensi melanggar Standard Komunitas. [Ant]
-
OTOTEK17/10/2026 20:00 WIBGoogle Wanti-Wanti Peretas Bisa Kuasai Komputer dari Jarak Jauh
-
DUNIA17/10/2026 21:00 WIBTerkuak! AS Siapkan Emak dari Segala Bom untuk Hantam Iran
-
JABODETABEK17/10/2026 22:00 WIBNiat Numpang Tidur, Bocah 11 Tahun di Depok Malah Disodomi
-
POLITIK17/10/2026 10:00 WIBJokowi Cium Operasi Jahat Hancurkan Reputasi Gibran
-
NASIONAL17/10/2026 19:00 WIBKemenkum Mulai Godok Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer
-
NASIONAL17/10/2026 13:00 WIBDua Kali Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Nusron Wahid
-
DUNIA17/10/2026 15:00 WIBKabut Asap Makin Parah, Malaysia Tunda Ujian Sekolah
-
EKBIS17/10/2026 14:00 WIBEddy Soeparno Sebut Antrean BBM Bali Dipicu Kendala Distribusi

















