NUSANTARA
Aceh Tenggara Porak-Poranda Dihantam Banjir Bandang
AKTUALITAS.ID – Bencana banjir bandang menerjang dua desa di Kabupaten Aceh Tenggara dan memicu kepanikan warga pada Sabtu malam (10/5/2026). Air bah yang datang membawa lumpur, bebatuan, hingga kayu gelondongan menghantam permukiman warga dan melumpuhkan jalur nasional Kutacane-Medan.
Banjir bandang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di Desa Lawe Tua Gabungan dan Desa Lawe Tua Makmur, Kecamatan Lawe Sigala-gala, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak sore hari.
Derasnya aliran sungai membuat debit air meningkat tajam hingga menyeret material besar dari hulu sungai.
“Debit air sungai meningkat hingga membawa material berupa bebatuan dan kayu gelondongan yang menyumbat jembatan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Bahron Bakti dalam keterangannya, Minggu (11/5/2026).
Sumbatan kayu dan material di jembatan membuat air meluap tak terkendali ke permukiman warga. Lumpur tebal dan kayu gelondongan menerjang rumah-rumah penduduk hingga menutup badan jalan nasional.
Akibat bencana tersebut, akses utama Kutacane-Medan sempat lumpuh total hingga Minggu pagi karena tertutup lumpur dan material banjir.
Data sementara BPBA mencatat sebanyak 26 rumah mengalami kerusakan dengan rincian empat rumah rusak berat, 15 rumah rusak sedang, dan tujuh rumah rusak ringan.
Selain merusak rumah warga, banjir bandang juga berdampak pada sedikitnya 155 jiwa yang terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun warga masih diliputi trauma setelah banjir datang secara tiba-tiba di tengah malam.
Pasca-bencana, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material banjir menggunakan alat berat.
“Air sudah mulai surut. Jalan nasional kini sudah bisa dilalui, tetapi masih licin akibat sisa lumpur. Pengendara diminta berhati-hati,” ujar Bahron.
Hingga kini, petugas masih terus membersihkan material kayu dan lumpur yang tersisa di sekitar permukiman warga dan jalur transportasi utama agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. (Irawan/Mun)
-
NUSANTARA18/09/2026 14:30 WIBUNRI dan Polda Riau Resmikan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan
-
EKBIS18/09/2026 13:15 WIBLazada Dukung Penguatan Ekosistem Digital dan Ritel lewat JITEX 2026
-
EKBIS18/09/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Meledak Rp25.000
-
POLITIK18/09/2026 14:00 WIBPDIP: Koalisi dengan Gerindra Masih Terlalu Pagi
-
JABODETABEK18/09/2026 13:30 WIBPolisi Tangkap Ayah yang Diduga Aniaya Seksual Anak
-
NUSANTARA18/09/2026 12:30 WIBTerinspirasi Teror Lama, Pria 25 Tahun Ditangkap Gegara Rakit & Sebar Tutorial Bom
-
NASIONAL18/09/2026 11:00 WIBPuteri Komarudin Minta RUU Keuangan Negara Tak Sekadar Atur Administrasi
-
NUSANTARA18/09/2026 14:30 WIBBNPB: Karhutla Sumsel Paling Luas di 6 Provinsi

















