NUSANTARA
Hujan Deras Lumpuhkan Wilayah Kolaka dan Koltim
AKTUALITAS.ID – Bencana hidrometeorologi kembali menghantam Sulawesi Tenggara. Banjir dan longsor menerjang Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur hingga memaksa pemerintah menetapkan status darurat bencana di sejumlah wilayah terdampak.
Situasi paling parah terjadi di Kabupaten Kolaka Timur yang resmi menetapkan status tanggap darurat banjir setelah kondisi dinilai mengancam keselamatan warga dan melumpuhkan aktivitas masyarakat di banyak kecamatan.
Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Bupati Kolaka Timur Nomor 100.3.3.2/128 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Banjir.
“Status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari, terhitung sejak 8 Mei hingga 22 Mei 2026,” kata Plt Bupati Kolaka Timur Yosep Sahaka, Minggu (10/5/2026).
Sebanyak 12 kecamatan masuk dalam status tanggap darurat, yakni Lambandia, Aere, Poli Polia, Dangia, Ladongi, Loea, Tirawuta, Lalolae, Tinondo, Mowewe, Uluiwoi, dan Ueesi.
Sementara itu, banjir juga meluas di Kabupaten Kolaka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 587 rumah warga terdampak akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (8/5/2026).
“Banjir di 9 kelurahan di Kecamatan Latambaga, Kolaka, Pomalaa dan Kecamatan Samaturu. Kalau longsor di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Tak hanya permukiman, banjir juga merusak fasilitas umum dan lahan pertanian warga. BNPB mencatat sebanyak 10 fasilitas pendidikan ikut terdampak.
Selain itu, sekitar 23 hektare sawah, 10,5 hektare tambak, dan delapan hektare kebun ikut terendam banjir.
“BPBD Kabupaten Kolaka melaporkan sebanyak 587 unit rumah, 10 unit fasilitas pendidikan, 23 hektare lahan sawah, 10,5 hektare tambak serta delapan hektare kebun terdampak banjir,” ungkap Muhari.
Di sisi lain, tanah longsor juga terjadi di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka, yang menyebabkan satu rumah warga terdampak material longsoran.
Saat ini, BPBD bersama instansi terkait terus melakukan penanganan darurat dengan mengerahkan pompa air, membersihkan rumah warga, serta memantau potensi banjir susulan.
BNPB juga mengingatkan pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan menyusul peringatan cuaca ekstrem dari BMKG untuk periode 9 hingga 11 Mei 2026.
Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.
“Pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan serta melakukan pemantauan kondisi cuaca dan wilayah rawan bencana secara berkala,” pungkas Muhari. (Ahmad/Mun)
-
JABODETABEK17/08/2026 23:00 WIBTak Lihat Motor, Sopir Wing Box Lindas Pasutri Hingga Tewas di Tempat
-
NUSANTARA17/08/2026 20:00 WIBBNPB Pastikan 54 Korban Jiwa Gempa NTT
-
EKBIS18/08/2026 10:30 WIBRupiah Melemah ke Rp17.840 per Dolar AS
-
RAGAM18/08/2026 11:15 WIBPolda Riau Bongkar Mata Rantai Emas PETI, Dua Orang Tersangka dan Rp972 Juta Disita
-
EKBIS18/08/2026 09:30 WIBUsai Libur HUT ke-81 RI, IHSG Tancap Gas Tembus Level 6.466
-
POLITIK18/08/2026 11:00 WIBGeger Pengupas Bawang, Iwan Sumule: Ada yang Sengaja Menjerumuskan Presiden
-
DUNIA18/08/2026 12:00 WIBHouthi Tembakkan Rudal Hipersonik ke Laut Merah
-
DUNIA17/08/2026 21:00 WIBTelegram Jadi Radar Serangan Rusia di Ukraina

















