DUNIA
Houthi Klaim Hantam Fasilitas Minyak Riyadh
AKTUALITAS.ID – Eskalasi konflik antara kelompok Houthi dan Arab Saudi kembali memanas. Kedua pihak dilaporkan saling melancarkan serangan pada Sabtu (3/10/2026), dengan Houthi mengklaim berhasil menyerang fasilitas minyak di Riyadh, sementara militer Saudi disebut menggempur ibu kota Yaman, Sanaa.
Ketegangan terbaru ini menjadi bagian dari konflik yang kembali memburuk setelah kelompok Houthi memperluas kontrolnya di wilayah Yaman, termasuk kawasan pesisir Laut Merah dan jalur strategis Selat Bab al-Mandab.
Media Al-Masirah yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan bahwa Sanaa menjadi sasaran puluhan serangan udara. Dalam laporan tersebut disebutkan “pesawat musuh Saudi” melancarkan sedikitnya 26 serangan ke wilayah ibu kota.
Meski rincian target maupun jumlah korban belum diumumkan, dua jurnalis yang berada di Sanaa mengaku mendengar rentetan ledakan keras dan melihat pesawat tempur menembakkan rudal ke arah kota.
Situasi serupa terjadi di Arab Saudi. Warga melaporkan kobaran api dan asap tebal membumbung tinggi dari area fasilitas energi milik Aramco di bagian selatan Riyadh.
Beberapa jam setelah insiden itu, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim pasukannya melancarkan operasi militer menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone tempur.
Menurut Houthi, serangan tersebut secara langsung menargetkan fasilitas minyak strategis Saudi dan menyebabkan kebakaran di sejumlah titik sasaran.
Di lokasi kejadian, petugas pemadam kebakaran terlihat berupaya mengendalikan api yang melalap area kilang minyak. Sejumlah ambulans dan kendaraan kepolisian juga disiagakan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi.
Hingga kini pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim serangan tersebut maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Sementara itu, konflik juga meluas ke wilayah lain. Al-Masirah melaporkan adanya serangan terhadap jaringan telekomunikasi di Saada, wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis utama kekuatan Houthi di Yaman utara.
Perang yang kembali berkobar dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan meningkatnya intensitas konfrontasi kedua pihak. Sebelumnya, Houthi menuding Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Sanaa pada Kamis (1/10) malam, yang disebut sebagai serangan pertama sejak pertempuran kembali pecah pada Juli 2026.
Dengan serangan balasan yang kini menyasar langsung fasilitas energi dan pusat pemerintahan, konflik Saudi-Houthi dikhawatirkan memasuki fase yang lebih berbahaya. Selain berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman, eskalasi tersebut juga mengancam stabilitas jalur energi dan perdagangan di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
RAGAM04/10/2026 15:35 WIBAzka Corbuzier Debut Akting Lewat Home, Almost, Tayang Perdana di New York
-
DUNIA04/10/2026 15:00 WIB1.540 Milisi Houthi Tumbang Dihantam 474 Serangan Militer Yaman
-
POLITIK04/10/2026 14:00 WIBTB Hasanuddin Ingatkan Saleh Mustafa soal Rangkap Jabatan
-
NUSANTARA04/10/2026 13:30 WIBBMKG Bongkar Penyebab Udara Makassar Mendadak Tak Sehat
-
NASIONAL04/10/2026 19:00 WIBBMKG Bongkar Peta Musim Hujan 2026/2027
-
EKBIS04/10/2026 16:00 WIBMenhub Buka Masalah Impor KRL Bekas Jepang
-
OTOTEK04/10/2026 14:30 WIBWaspada! 6 Tanda WhatsApp Anda Disadap
-
EKBIS05/10/2026 07:00 WIBMenhub Bongkar Rencana Aturan Tarif Transportasi
















