Berita
DKI Godok Aturan Pesepeda Keluar dari Jalur Khusus
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menggodok aturan bagi pesepeda di Ibu Kota. Dalam aturan itu, salah satunya, melarang pesepeda keluar dari jalur khusus yang disediakan atau akan disanksi 15 hari kurungan penjara dan denda Rp100 ribu. Kepala Sub-Direktorat Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas (Kasubdit Kamsel Ditlantas) Polda Metro Jaya, AKBP Herman mengatakan, […]
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menggodok aturan bagi pesepeda di Ibu Kota. Dalam aturan itu, salah satunya, melarang pesepeda keluar dari jalur khusus yang disediakan atau akan disanksi 15 hari kurungan penjara dan denda Rp100 ribu.
Kepala Sub-Direktorat Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas (Kasubdit Kamsel Ditlantas) Polda Metro Jaya, AKBP Herman mengatakan, aturan itu masih dalam proses sosialisasi dan pembahasan Peraturan Gubernur.
“Mana kala pengggoes itu nanti keluar dari jalurnya berarti sudah berbicara pada aspek yuridis, sanksinya adalah dengan hukuman pidana kurungan 15 hari kemudian ditambah denda sebesar Rp100 ribu,” kata Herman dalam peluncuran buku panduan pesepeda bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jumat (7/8/2020).
Aturan itu, kata Herman, merujuk Pasal 299 dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal itu menjelaskan, setiap pengendara nonmotor yang menggunakan jalur untuk kendaraan bermotor dipidana dengan kurungan maksimal 15 hari atau denda paling banyak Rp100 ribu.
Pasal 299 juga berkaitan dengan pasal 122 poin c yang menyebutkan, Pengendara kendaraan tidak bermotor dilarang menggunakan jalur jalan kendaraan bermotor jika telah disediakan jalur jalan khusus bagi kendaraan tidak bermotor.
“Sedang dibahas ya. Masih dibahas terkait dengan landasan permanennya jalur sepeda,” ujar Herman.
Sementara, dalam kesempatan yang sama, Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengaku pihaknya saat ini memang tengah menyiapkan aturan yang lebih detail bagi pesepeda di DKI Jakarta. Hal itu, katanya, sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah Jakarta.
Konsepnya, Syafrin menjelaskan, arah pembangunan Jakarta bakal menuju transit-oriented development alias TOD dari semula car oriented development.
TOD adalah pengembangan kawasan urban yang memaksimalkan jumlah ruang hunian, kawasan bisnis dan tempat hiburan dengan jarak yang dekat dari akses transportasi umum.
Dengan konsep itu, lanjut Syafrin, pesepeda di Jakarta akan dibagi dalam fungsi; sebagai alat transportasi warga mulai dari rumah ke tempat kerja. Lalu, sepeda sebagai alternatif transportasi menuju dan setelah menggunakan angkutan umum.
“Dan oleh sebab itu kenapa ini menjadi satu kesatuan dari pengembangan yang dilaksanakan dari Jakarta,” katanya.
-
PAPUA TENGAH11/03/2026 12:11 WIBPenembakan di Area Tambang Grasberg Mimika, 1 Karyawan Freeport Tewas
-
FOTO11/03/2026 16:39 WIBFOTO: AHY Beri Bantuan Sosial untuk Ojol dan Warga Tionghoa di Masjid Babah Alun
-
EKBIS10/03/2026 23:00 WIBBahlil: Kapal Pertamina Segera Bebas dari Teluk Arab
-
JABODETABEK10/03/2026 23:30 WIBKecelakaan Beruntun di Tol JORR Jaktim, Satu Korban Terjepit Diantara Kendaraan
-
DUNIA10/03/2026 22:30 WIBEskalasi Konflik Lebanon-Israel Meningkat, 700.000 Orang Mengungsi
-
OLAHRAGA11/03/2026 00:01 WIBPiala Dunia Tidak Akan Ditunda Meski Situasi Timur Tengah Bergejolak
-
OASE11/03/2026 05:00 WIBSurah Ash-Sharh: Janji Kemudahan di Balik Kesulitan
-
POLITIK11/03/2026 11:30 WIBGus Hilmy Soroti RI di Board of Peace, Ingatkan Dampak Politik Nasional

















