JABODETABEK
Josephine Simanjuntak Perjuangkan Bantuan Pendidikan Anak Janda Pengemudi Ojol
AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Josephine Simanjuntak berkomitmen memperjuangkan aspirasi para pengemudi ojek online perempuan yang berstatus janda atau kepala keluarga. Fokus perjuangan tersebut mencakup bantuan pendidikan bagi anak, perluasan perlindungan sosial, serta program pemberdayaan ekonomi bagi perempuan yang bekerja di sektor informal.
Komitmen itu disampaikan Josephine setelah menerima perwakilan pengemudi ojek online perempuan dari berbagai komunitas di Posko Josephine Simanjuntak, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (30/6/2026). Pertemuan tersebut dihadiri anggota komunitas OSR, Sulit Rawamangun, Lady Bikers, KOK, DLI, dan Korwil Timur.
Dalam dialog tersebut, para pengemudi menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sebagai orang tua tunggal sekaligus pencari nafkah utama keluarga. Keluhan yang paling banyak disampaikan berkaitan dengan biaya pendidikan anak, keterbatasan akses terhadap bantuan sosial, serta penghasilan yang tidak menentu.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Josephine memastikan seluruh masukan akan dibawa ke DPRD DKI Jakarta agar dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan.
“Saya akan bantu persoalan dari ibu ibu sebagai driver ojol. Aspirasi ini akan saya perjuangkan agar mendapat perhatian pemerintah,” kata Josephine dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Menurut legislator Partai Solidaritas Indonesia itu, perempuan yang menjadi kepala keluarga memerlukan dukungan nyata dari pemerintah, terutama mereka yang bekerja di sektor informal seperti pengemudi ojek online. Dirinya menilai perlindungan sosial dan bantuan pendidikan menjadi kebutuhan mendesak agar keluarga mereka memiliki kesempatan hidup yang lebih baik.
“Negara harus hadir untuk memastikan anak anak mereka tetap memperoleh akses pendidikan yang layak dan para ibu memiliki kesempatan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujarnya.
Josephine mengatakan aspirasi tersebut akan menjadi bahan pembahasan di DPRD DKI Jakarta. Ia berharap pemerintah provinsi dapat memperluas cakupan bantuan pendidikan, meningkatkan akses perlindungan sosial, serta menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang lebih berpihak kepada perempuan kepala keluarga.
Persoalan yang disampaikan para pengemudi perempuan juga sejalan dengan hasil riset Konde.co pada 2025 di sembilan kota. Penelitian tersebut menunjukkan sekitar 20 persen pengemudi ojek online merupakan perempuan.
Dari jumlah responden yang diteliti, sekitar 40 persen berstatus bercerai sehingga menjadi kepala keluarga sekaligus penanggung nafkah utama. Mayoritas responden bekerja antara sembilan hingga dua belas jam setiap hari, bahkan sebagian lebih dari dua belas jam.
Meski memiliki jam kerja panjang, sekitar 73,3 persen responden mengaku hanya memperoleh pendapatan bersih di bawah Rp100 ribu per hari. Selain menghadapi penghasilan yang terbatas, banyak perempuan memilih profesi tersebut karena sulit memperoleh pekerjaan formal dan membutuhkan fleksibilitas waktu untuk tetap mengurus keluarga.
Josephine berharap kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah sehingga lahir kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pengemudi ojol perempuan beserta keluarganya melalui dukungan pendidikan, perlindungan sosial, dan penguatan ekonomi.
-
POLITIK06/07/2026 07:00 WIBBocor! Isu ‘Lantai Empat’ DPR Diduga Atur Serangan ke PDIP
-
NASIONAL06/07/2026 17:15 WIBAHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK
-
POLITIK06/07/2026 10:00 WIBPDIP Sebut PSI Tak Perlu Ditakuti Meski Jokowi Ikut Safari
-
POLITIK06/07/2026 13:00 WIBBRIN Khawatir Persiapan Pemilu 2029 Terganggu Jika RUU Molor
-
JABODETABEK06/07/2026 05:30 WIBBMKG:Tiga Wilayah Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
-
NUSANTARA06/07/2026 16:30 WIBKonser Amal dengan Wali Band, Herman Deru Ajak Warga Peduli Palestina
-
POLITIK06/07/2026 09:00 WIBPPP: Jangan Kunci Demokrasi dengan PT 7 Persen
-
POLITIK06/07/2026 11:00 WIBPKS: Politik Mahal dan Ruang Gelap Jadi Pemicu Korupsi

















