Berita
APINDO Tolak Wacana Pembatasan Merek
“Saya harapkan, jangan diberlakukan terlebih dahulu, harus ada kajian. Semua yang mau diberlakukan, sebaiknya dikoordinasikan,
AKTUALITAS.ID -Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo menolak dengan tegas wacana pemberlakuan pembatasan merek atau brand restriction dan kemasan polos atau plain packaging di Indonesia. Wacana kebijakan tersebut diperkirakan berdampak buruk bagi pelaku usaha maupun konsumen.
Dua kebijakan tersebut, sebelumnya di inisiasi oleh beberapa negara, seperti Australia yang pertama kali memulai kebijakan tersebut pada 2012, untuk produk rokok dan kemudian diikuti Inggris, Prancis, Thailand, Irlandia, Arab Saudi, Turki hingga Afrika Selatan. Tujuan kebijakan tersebut, semata untuk melindungi konsumen dari produk-produk tak sehat.
Sekretaris Umum Apindo, Eddy Hussy menilai, jika nantinya kebijakan tersebut benar-benar terealisasi di Indonesia, bisa menimbulkan dampak buruk seperti pemalsuan produk, maraknya produk ilegal hingga pemboncengan reputasi. Hal ini akan mematikan produk dengan ekuitas produk rendah.
“Saya harapkan, jangan diberlakukan terlebih dahulu, harus ada kajian. Semua yang mau diberlakukan, sebaiknya dikoordinasikan, khusus plain pakcaging kita masih butuh waktu, jelas kalau bisa jangan,” tegas dia dalam sebuah diskusi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (9/10).
Sementara itu, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) yang juga terancam akan terdampak kebijakan tersebut menilai bahwa dua kebijakan itu juga berdampak pada konsumen. Misalnya, konsumen nantinya akan kesulitan memperoleh produk yang berkualitas dan sehat.
“Brand ristriction sama kemasan polos ini agak aneh, karena kemasan dan label di packaging makanan dan minuman itu adalah informasi untuk konsumen, kita ada tabel nutrisi, komposisi dan BPOM wajibkan tabel nutrisi,” tutur Ketua Komite Kebijakan Publik dan Hubungan antar Lembaga Gapmmi di lokasi yang sama.
Kemasan polos, menurutnya, akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Konsumen dipastikannya akan bingung terhadap merek-merek dari produk yang dianggapnya sehat atau tidak dan bahkan mereka berpotensi berhenti konsumsi produk makanan dan minuman tersebut, sehingga mematikan industrin
Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia atau Amti, Budidoyo mengatakan, pemerintah tak perlu latah menerapkan kebijakan negara lain di Indonesia. Sebab, dua kebijakan tersebut tak memberi dampak positif apa-apa bagi perekonomian Indonesia.
“Kalau alasannya untuk kurangi rokok, apa iya. Yang ada gambar rokok seram gitu juga tetap masih banyak, apalagi polos. Jadi, ada wacana begini kita kaget, bingung,” tegas dia.
-
FOTO07/10/2026 18:38 WIBFOTO: Presiden Prabowo Beri Taklimat kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri se-Indonesia
-
RIAU07/10/2026 17:30 WIBTanam Matoa, Polsek Bengkalis Ingatkan Bahaya Membakar Hutan
-
NASIONAL07/10/2026 16:00 WIBDPR Ingatkan Operator Seluler Lindungi Hak Pelanggan soal Sisa Kuota
-
RIAU07/10/2026 16:30 WIBCerita Warga Pekanbaru di Tengah Kepungan Kabut Asap
-
NASIONAL07/10/2026 17:00 WIBDKPP Buka Aduan Publik untuk 76 Calon TPD
-
EKBIS07/10/2026 10:00 WIBMenkop Gaspol Koperasi Merah Putih di Danau Toba
-
NUSANTARA07/10/2026 23:00 WIBBMKG: Ombak Raksasa Mengancam Sejumlah Perairan
-
DUNIA07/10/2026 15:00 WIBRusia Siap Gelontorkan Rp17,9 Triliun ke Iran
















