Berita
Mega Tak Salami Paloh, Nasdem: Tidak Marah, Santai Saja
“… Pak Surya Paloh tidak marah, santai saja,” kata Willy kepada wartawan.
AKTUALITAS.ID – Gestur Ketum NasDem Surya Paloh disebut marah saat Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri melengos. Momen tersebut disebut-sebut membuat Surya Paloh duduk kembali dengan berisi kemarahan.
“Gerakan duduk ini adalah gerakan respons atas sebuah aksi sebelumnya. Gerakan ini berisi emosi marah. Dan yang namanya marah, pasti ada pemicunya. Jadi, pemicu Surya Paloh duduk begini adalah melengosnya Bu Mega dan pemicu Bu Mega melengos dan sejumlah ekspresi/gerakan mengabaikan Surya Paloh adalah tidak adanya gerakan penyambutan jabat tangan, sapaan, atau apapun itu dari Surya Paloh saat momen 00:04 dan 00:03, di mana sekali lagi bisa jadi karena salah paham,” ujar Pakar gestur Handoko Gani kepada detikcom, Rabu (2/10/2019).
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP NasDem, Willy Aditya menyebut Surya Paloh tidak marah dan tidak mempunyai perasaan apapun. Surya Paloh disebutnya bersikap santai saat itu.
“Nggak marah apa-apa dan tidak ada perasaan apa-apa. Pak Surya Paloh tidak marah, santai saja,” kata Willy kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).
Menurut Willy, Surya dan Megawati sudah saling mengenal sejak lama. Apalagi PDIP merupakan saudara tua bagi NasDem.
“Pak Surya kenal Bu Mega bukan sehari dua hari sudah, sama-sama pernah berjuang. PDIP saudara tua kami dan kami banyak belajar dari PDIP,” ucap Willy. [Detik.com]
-
NUSANTARA16/08/2026 19:00 WIBKorban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 51
-
EKBIS16/08/2026 13:00 WIBPromo Merdeka! BBM Pertamina Diskon Rp450/Liter
-
DUNIA16/08/2026 18:00 WIBChina Mulai Tekan AS di Pasar Chip Memori
-
NASIONAL16/08/2026 06:00 WIBEddy Soeparno Puji Pidato Prabowo Soal Ekonomi Karbon
-
NASIONAL16/08/2026 11:00 WIBBenda Militer Jatuh Hantam Mobil Warga, TNI AU Minta Maaf dan Langsung Tanggung Jawab
-
OASE16/08/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bongkar Dahsyatnya Gempa
-
DUNIA16/08/2026 12:00 WIBBlackout Serempak Guncang 4 Negara
-
NASIONAL16/08/2026 09:00 WIBSosok Susanah yang Dipanggil di Pidato Negara Ternyata Bukan Buruh Pengupas Bawang

















