Berita
Jika Semua Ada di Pemerintahan, Masih Ada Media Alat Kontrol Pemerintah
Banyak yang menilai bergabungnya dua partai ke pemerintah tidak ada penyeimbang atau oposisi.
AKTUALITAS.ID – Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, tak ambil pusing dengan sikap Gerindra dan Demokrat yang mulai merapat ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bentukan Presiden Joko Widodo. Kedua partai ini memang disebut akan masuk dalam pemerintahan Jokowi periode kedua.
Menurut Ngabalin, dengan bergabungnya dua partai tersebut ke pemerintah bukan hal yang mengkhawatirkan. Banyak yang menilai bergabungnya dua partai ke pemerintah tidak ada penyeimbang atau oposisi.
“Jangan khawatir jika nanti semua ada di pemerintah dan tidak ada yang di oposisi,” kata Ngabalin di Hotel Cosmo Amaroossa, Jakarta Selatan, Rabu, (16/10).
Ngabalin mengatakan, masih ada media massa dan masyarakat yang akan selalu mengkritik dan menjadi alat kontrol pemerintah. “Masih ada media, masih ada kalian,” ujar dia.
Justru Ngabalin menilai, jika semua elite merapat ke pemerintah maka akan membuat Indonesia menjadi kuat. “Jangan khawatir kalau kekuatan pemerintah luas terus kemudian terjadi kepincangan, tidak mungkin,” kata Ngabalin.
Mendekati 20 Oktober 2019, atau pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo terus memainkan langkah kuda bertemu Jokowi dan sejumlah ketua umum dari Koalisi Indonesia Kerja. Wakil Ketua Umum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan, sejauh ini peluang Gerindra berkoalisi dengan pemerintahan yakni 50:50.
Konsep ketahanan pangan, energi, ekonomi serta pertahanan dan keamanan yang ditawarkan oleh Gerindra, juga diklaim telah diterima oleh Jokowi.
Santer beredar informasi, Gerindra menginginkan pos-pos menteri sesuai bidang tersebut. Sejauh ini, calon yang menguat adalah Edhy Prabowo dan Fadli Zon. “Pokoknya kalau kemudian kami masuk (koalisi Jokowi), ya itu posnya kemungkinan ada untuk Pak Fadli,” ujar Dasco.
Adapun Demokrat, sudah menyatakan mendukung pemerintah. Namun, masih menunggu diajak berkoalisi oleh kubu Jokowi.
“Kami mendukung pemerintahan mendatang tanpa syarat. Soal apakah akan dimasukkan dalam koalisi, kan itu tergantung Pak Jokowi dan partai-partai lain,” ujar Wasekjen Demokrat Andi Arief.
-
POLITIK27/04/2026 06:00 WIBNasDem: Threshold Nasional Bisa Hapus Kursi di Daerah
-
DUNIA27/04/2026 15:00 WIBIbu Hamil Kembar & Anak-Anaknya Tewas Dibom Israel
-
PAPUA TENGAH27/04/2026 16:30 WIBQuattrick Kompol Onisimus Benamkan Persemi All Star di Gold Store Arena
-
OASE27/04/2026 05:00 WIBIni Alasan Nabi Tolak Tawaran ‘Tukar Sembah’ Kaum Quraisy
-
POLITIK27/04/2026 13:00 WIBAria Bima: RUU Pemilu Ditunda Demi Hindari Judicial Review
-
JABODETABEK27/04/2026 14:30 WIBPolisi Pastikan 2 Pelaku Penganiayaan TNI Ditangkap
-
POLITIK27/04/2026 11:00 WIBAnas: Batas 2 Periode Ketum Parpol Bisa Cegah Feodalisme
-
DUNIA27/04/2026 12:00 WIBIran Lanjutkan Misi Damai Meski AS Tarik Diri

















