Berita
PDIP Ingatkan Nasdem Menjaga Komitmen Dukung Jokowi-Ma’ruf
“Kami meminta kepada semua partai koalisi untuk taat azas,
AKTUALITAS.ID – Wakil Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Arif Wibowo memberikan respons terkait adanya pertemuan Partai NasDem dengan PKS. Sebagai partai yang berada dalam koalisi yang sama dengan NasDem, PDIP mengingatkan agar NasDem menjaga komitmennya mendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang telah diperjuangkan sejak pilpres kemarin.
NasDem semestinya berada dalam gerbong yang mendukung pemerintah karena itulah kata dia yang sudah diperjuangkan bersama sejak kampanye lalu. Setiap partai yang ada dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf juga memiliki tugas dan tanggung jawab menjaga pemerintahan untuk menjalankan visi-misi presiden dan wakil presiden yang diusungnya selama lima tahun mendatang.
“Kewajiban terpenting kita adalah menjaga pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin agar sukses, efektif menjalankan tugas pokok fungsi dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan kemakmuran rakyat, kesejahteraan rakyat, menjalankan pembangunan untuk lima tahun yang akan datang,” kata Arif kepada wartawan di Jakarta, Kamis (31/10).
Arif mengingatkan kepada partai koalisi pemerintah agar tidak melakukan tindakan yang kurang etis. Partai yang sudah berkomitmen mendukung pemerintah sebaiknya tidak main dua kaki.
“Kami meminta kepada semua partai koalisi untuk taat azas, untuk menjaga sikap dan tindakan yang etis sebagai partai koalisi pemerintahan. Dengan demikian tidak boleh seharusnya politik dua kaki itu dihindari oleh setiap partai koalisi pendukung pemerintah,” ujarnya.
Mengenai adanya anggapan manuver yang dilakukan NasDem sebagai upaya menaikkan nilai tawar kepada Presiden, Arif kurang sependapat akan hal itu.
Menurutnya ketika sebuah partai sudah berkomitmen untuk mendukung atas kesamaan visi dan misi maka sudah tidak perlu lagi adanya upaya tawar menawar dari partai kepada Presiden yang diusung.
“Saya kira komitmen sejak awal setiap partai koalisi pendukung pemerintah tidak dalam rangka menawar atau mem-bargaining presiden karena komitmennya pada visi presiden yang sama dipahami dan disepakati sejak awal. Nah dengan demikian seharusnya sudah tidak ada lagi proses tawar-menawar. Namanya komitmen itu ada loyalitas dan kesetiaan,” ujarnya.
-
POLITIK17/04/2026 16:02 WIBMegawati: Kader Tak Turun ke Rakyat Akan Dievaluasi
-
RAGAM17/04/2026 11:00 WIBTerlalu Lama Menatap Layar Ponsel Bisa Merusak Jaringan Mata
-
JABODETABEK17/04/2026 16:30 WIBBanjir Rendam Jakarta Selatan dan Timur
-
NASIONAL17/04/2026 18:00 WIBKPK Bongkar Dugaan Pengaturan Lelang di Kemenhub
-
NUSANTARA17/04/2026 18:30 WIBTragis! Mayat Pria Ditemukan Penuh Luka Bacok di Kontrakan
-
NASIONAL17/04/2026 20:00 WIBBuku Baru DKPP Bongkar Gagasan Besar Jimly soal Etika
-
EKBIS17/04/2026 11:30 WIBRupiah Melemah Jadi Rp17.157 Per Dolar AS
-
DUNIA17/04/2026 19:00 WIB1 Juta Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Kerja Sama dengan Israel

















