OASE
Ngeri! Ancaman Allah bagi Orang Suka Menghina dan Mencela
AKTUALITAS.ID – Al-Qur’an secara tegas mengingatkan umat manusia untuk menjaga lisan dan menjauhi perkataan kasar, keji, maupun mencela. Larangan ini tidak hanya berkaitan dengan etika sosial, tetapi juga menjadi bagian penting dari akhlak seorang muslim yang beriman.
Dalam ajaran Islam, lisan memiliki peran besar dalam menentukan kualitas iman seseorang. Al-Qur’an menegaskan bahwa ucapan yang buruk dapat menimbulkan dosa, merusak hubungan sosial, bahkan mendatangkan murka Allah SWT.
Salah satu ayat yang secara tegas menyinggung hal ini adalah QS. Al-Humazah ayat 1:
“Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela.”
Ayat ini menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang gemar menghina atau merendahkan orang lain, baik melalui ucapan maupun isyarat.
Selain itu, dalam QS. Al-Isra ayat 53, Allah SWT memerintahkan manusia untuk selalu berkata baik. Ucapan yang buruk disebut dapat memicu konflik dan membuka celah bagi setan untuk memecah belah manusia.
Larangan berkata kasar juga ditegaskan dalam hubungan keluarga, khususnya kepada orang tua. Dalam QS. Al-Isra ayat 23-24 disebutkan bahwa bahkan mengucapkan kata “ah” kepada orang tua tidak diperbolehkan, apalagi membentak atau berkata kasar. Umat Islam diperintahkan untuk berbicara dengan penuh hormat dan kelembutan.
Tak hanya itu, QS. An-Nisa ayat 148 menyatakan bahwa Allah tidak menyukai ucapan buruk yang diungkapkan secara terang-terangan, kecuali oleh orang yang dizalimi. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga ucapan adalah bagian dari ketakwaan.
Dalam QS. Luqman ayat 18-19, manusia juga diajarkan untuk bersikap rendah hati dan melunakkan suara. Bahkan disebutkan bahwa seburuk-buruk suara adalah suara keledai, sebagai perumpamaan bagi ucapan yang keras dan tidak pantas.
Penguatan Hadis:
Ajaran ini diperkuat oleh hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah juga menegaskan bahwa seorang mukmin sejati bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, atau berkata kotor. Akhlak mulia justru menjadi amalan yang paling berat timbangannya di hari kiamat.
Dengan demikian, Islam menempatkan menjaga lisan sebagai bagian penting dari keimanan. Ucapan bukan sekadar kata-kata, tetapi cerminan hati dan akhlak seseorang. Oleh karena itu, setiap muslim dituntut untuk selalu berkata baik, santun, dan penuh hikmah dalam setiap kondisi. (Mun)
-
PAPUA TENGAH17/04/2026 07:30 WIBData Dapodik Tidak Akurat, Program Makan Bergizi di Mimika Terhambat
-
POLITIK17/04/2026 16:02 WIBMegawati: Kader Tak Turun ke Rakyat Akan Dievaluasi
-
JABODETABEK17/04/2026 16:30 WIBBanjir Rendam Jakarta Selatan dan Timur
-
NASIONAL17/04/2026 18:00 WIBKPK Bongkar Dugaan Pengaturan Lelang di Kemenhub
-
PAPUA TENGAH17/04/2026 06:00 WIBPerkuat Sinergi, Pemkab Mimika dan Keuskupan Timika Susun Peta Jalan Pendidikan Papua Tengah
-
NUSANTARA17/04/2026 06:30 WIBHelikopter Jatuh Ditemukan di Hutan Sekadau Kalbar
-
EKBIS17/04/2026 11:30 WIBRupiah Melemah Jadi Rp17.157 Per Dolar AS
-
NUSANTARA17/04/2026 08:30 WIBPeternakan Sapi Perah Terbesar Bakal Dimiliki Jawa Tengah

















