EKBIS
Rupiah Ambruk Lagi
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali terkapar pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Setelah sempat mencatat penguatan signifikan sehari sebelumnya, mata uang Garuda berbalik arah dan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia.
Berdasarkan data pasar spot pada pukul 09.06 WIB, rupiah anjlok 75,7 poin atau 0,42% ke level Rp17.880,5 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut semakin menjauh dari level psikologis Rp17.800 dan mendekati ambang Rp18.000 per dolar AS.
Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar global yang mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Di saat indeks dolar AS bergerak menguat ke level 99,21, tekanan terhadap mata uang negara berkembang kembali meningkat, termasuk rupiah.
Data perdagangan menunjukkan rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada perdagangan pagi ini. Pelemahannya bahkan lebih dalam dibanding won Korea Selatan yang turun 0,23%.
Sejumlah mata uang Asia lainnya juga bergerak di zona merah, termasuk yen Jepang, dolar Taiwan, peso Filipina, dolar Hong Kong, hingga dolar Singapura. Sementara itu, baht Thailand justru tampil sebagai mata uang terbaik dengan penguatan sekitar 0,1%.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan perdagangan sebelumnya. Pada Senin (1/6/2026), rupiah sempat menguat 76 poin atau 0,43% dan ditutup di level Rp17.805 per dolar AS.
Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama. Ketidakpastian global kembali memicu aksi beli dolar AS yang dianggap sebagai aset aman di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakjelasan arah ekonomi dunia.
Analis menilai pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama perkembangan konflik Timur Tengah, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, serta dinamika pasar keuangan global.
Jika tekanan terhadap dolar AS terus berlanjut, bukan tidak mungkin rupiah kembali menghadapi ujian berat menuju level psikologis Rp18.000 per dolar AS dalam waktu dekat. (Firman/Mun)
-
DUNIA01/09/2026 11:00 WIBKSAD Maruli: Tato Tradisi Tak Halangi Jadi Prajurit
-
JABODETABEK01/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Awal September
-
EKBIS01/09/2026 09:30 WIBIHSG Awal September Dibuka Menguat
-
NUSANTARA01/09/2026 12:30 WIBBMKG: September 2026 Belum Aman dari Kemarau
-
EKBIS01/09/2026 10:30 WIBRupiah Nyaris Tak Bergerak di Rp17.7 Ribu
-
JABODETABEK01/09/2026 05:30 WIBBMKG: Cuaca Jakarta Awal September Super Cerah
-
EKBIS01/09/2026 11:30 WIBPertamina Umumkan Harga Baru BBM Nonsubsidi
-
DUNIA01/09/2026 12:00 WIBPuluhan Drone Iran Hancurkan Pangkalan Udara AS di UEA

















