Berita
IHSG Masih Bisa Bergerak Penguatan
Pada penutupan kemarin, IHSG berhasil menguat 29.46 poin (+0.48%) ke level 6152.09.
AKTUALITAS.ID – IHSG secara teknikal bisa bergerak menguat break out resistance MA5 dan menuju MA50 serta FR61.8% di kisaran level 6.200 pada perdagangan Rabu (20/11).
Menurut analis saham Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, dari indikator stochastic bullish movement dari area oversold dengan RSI yang bangkit dari area oversold. “Sehingga kami perkirakan IHSG masih akan melanjutkan penguatannya dengan support 6.125-6.210,” seperti mengutip hasil risetnya.
Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal diantaranya; TBLA, LSIP, CPIN, JPFA, BBRI, BBNI, BNLI, TLKM, PGAS, JSMR, ASII, SMRA, AKRA.
Pada penutupan kemarin, IHSG berhasil menguat 29.46 poin (+0.48%) ke level 6152.09. Dengan saham pada sektor industri dasar (+1.25%) dan Keuangan (+1.01%) mendorong IHSG kezona hijau menjelang penutupan.
Saham SINI (+25%) bergerak auto rejections atas menjadi yang kontributor penguatan sektor industri dasar usai IPO. Dalam delapan hari perdagangan harga saham SINI naik sebesar 756% dari harga IPO.
Sedangkan dari sektor keuangan saham-saham perbankan plat merah menjadi sorotan dimana BBTN (+5.88%), BMRI (+2.51%), BBNI (+2.36%) dan BBRI (+1.70%) naik cukup signifikan setelah wacana bongkar pasang Direktur di BUMN oleh Mentri BUMN menyita perhatian investor.
Penguatan seiring rumor mantan petinggi KPK, Chandra Hamzah menjadi nama baru yang di panggil Mentri BUMN sebagai Direktur BUMN sektor perbankan. Lembaga penjaminan simpanan indonesia memangkas suku bunga penjaminan maksimum untuk rupiah maupun mata uang lain. Selan itu suku bunga untuk simpanan rupiah dipotong menjadi 6,25% dan valas 1,75% guna menyesuaikan dengan kondisi ekonomi makro dan stabilitas sistem keuangan serta likuiditas perbankan.
Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar 204.89 miliar rupiah dengan saham BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi top net buy value.
Sementara bursa saham AS berakhir beragam pada Selasa (19/11/2019), karena investor berjuang untuk mengabaikan kekhawatiran tentang prospek kesepakatan perdagangan AS dan China dan berurusan dengan pendapatan yang mengecewakan.
S&P 500 SPX, -0,06% turun 2 poin, atau 0,1%, berakhir di sekitar 3.120. DowIA Industrial Average DJIA, -0,36% turun 102 poin, atau 0,4%, berakhir di sekitar 27.934, berdasarkan angka sementara.
Nasdaq Composite COMP, + 0,24% naik 0,2%, atau 21 poin, berakhir di sekitar 8.571. S&P 500 menghentikan kenaikan beruntun lima hari, peregangan terpanjang sejak 15 Juli seperti mengutip marketwatch.com.
Data ekonomi pada hari Selasa menunjukkan bahwa imbal hasil obligasi yang rendah telah membantu meningkatkan aktivitas di sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga.
-
NASIONAL03/09/2026 19:00 WIBKemenkop Bantah Anggaran Rp103 Miliar Khusus untuk Podcast
-
NASIONAL03/09/2026 20:00 WIBKronologi Keracunan MBG di Tanggulangin: Dimasak Subuh, Makanan Tiba di Sekolah Menjelang Siang
-
NUSANTARA03/09/2026 19:30 WIBDinkes Sidoarjo Catat 664 Korban Keracunan MBG, 77 Pasien Masih Dirawat Intensif
-
NASIONAL03/09/2026 20:30 WIBBahas Perdagangan hingga Energi Nuklir, Prabowo dan Putin Dorong Konektivitas Maritim Dua Negara Pasifik
-
NASIONAL03/09/2026 21:35 WIBBawaslu Minta Media Tetap Kritis, Bukan Sekedar Jadi Corong Lembaga
-
Berita03/09/2026 18:45 WIBGelar Pertemuan Bilateral di Vladivostok, Prabowo Sebut Kehadiran di EEF Bentuk Komitmen Kemitraan RI-Rusia
-
FOTO04/09/2026 13:00 WIBFOTO: ACC Kembangkan Potensi Warga Desa Cibunian
-
POLITIK03/09/2026 22:29 WIBJelang Akhir Masa Jabatan, Bawaslu Jadikan Masa Nontahapan Momentum Evaluasi