Berita
Grasi Anas Maamun, Demokrat Minta Jokowi Jelaskan ke Publik
grasi tentu ada mekanismenya.
AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, Benny K Harman meminta Presiden Joko Widodo menjelaskan kepada publik terkait pemberian grasi terhadap Anas Maamun.
Menurut dia, pertimbangan presiden atas pemberian grasi harus diumumkan terbuka kepada publik. “Tentu pertimbangan itu harus diumumkan secara terbuka pada publik untuk tidak menimbulkan spekulasi di mata rakyat. Apa alasan pemberian grasi itu,” kata Benny di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/11).
Ia mengatakan, kalaupun karena alasan pertimbangan usia maka tentu menjadi hak presiden. Adapun grasi tentu ada mekanismenya. “Mekanisme dan tata cara inilah yang menjamin objektifitas dalam pemberian grasi itu. Pemberian grasi itu hak absolutnya hak prerogatif presiden yang ditentukan dalam undang-undang,” kata Benny.
Ia mengklaim, saat menjadi presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak pernah memberi grasi untuk napi korupsi. Menurut Benny, hal itu sesuai dengan komitmen SBY memerangi korupsi.
“Nggak pernah, dengan alasan apapun. Ini untuk menunjukkan kesungguhan komitmen beliau dalam berantas korupsi. Beliau dulu menjanjikan memimpin langsung pemberantasan korupsi tentu memimpinnya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Dia punya hak itu tapi dia tidak menggunakan hak itu secara negatif, tapi menggunakan itu secara positif,” kata Benny.
-
DUNIA20/10/2026 21:00 WIBIran Perketat Ancaman di Selat Hormuz
-
EKBIS20/10/2026 17:00 WIBEkonom Ingatkan Bahaya Reputasi Indonesia di Mata Investor Global
-
POLITIK20/10/2026 20:00 WIBGolkar Klaim Indonesia Tumbuh Cepat di Era Prabowo-Gibran
-
NASIONAL20/10/2026 17:15 WIBDua Tahun Prabowo-Gibran, Survei ASI Ungkap CKG dan Sekolah Rakyat Jadi Program Favorit
-
EKBIS20/10/2026 19:00 WIBIHSG Ditutup Menguat 5,65 Persen ke Level 5.278
-
NUSANTARA20/10/2026 22:00 WIBAksi Kasar Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Demonstran Wanita
-
DUNIA21/10/2026 00:00 WIBAncaman Terbaru Houthi Guncang Arab Saudi
-
DUNIA21/10/2026 00:00 WIBNetanyahu Naik Pitam Usai Israel Dituding Curi Tanah Palestina