Berita
Kasus Pembunuhan Jurnalis, PM Malta akan Mundur
Galizia tewas akibat bom mobil pada 2017
Perdana Menteri Malta Joseph Muscat mengumumkan di TV nasional dia akan mengundurkan diri pada tahun baru 2020, di tengah kasus pembunuhan seorang jurnalis.
Laman BBC melaporkan, Senin (2/12), dia mengatakan akan meminta Partai Buruh yang berkuasa untuk memulai proses untuk memilih penggantinya pada 12 Januari mendatang.
Demonstran menuntut pengunduran dirinya segera atas penyelidikan kematian jurnalis investigasi Daphne Caruana Galizia.
Galizia tewas akibat bom mobil pada 2017 ketika dia menyelidiki korupsi di kalangan bisnis dan elit politik Malta.
Seorang pengusaha yang diduga memiliki hubungan dengan pejabat pemerintah dituduh terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Sambil menjelaskan keputusannya untuk berhenti, Muscat mengatakan tentang penyelidikan pembunuhan yang sedang ditangani: “Beberapa keputusan bagus sementara yang lain bisa dibuat lebih baik.”
“Semua tanggung jawab yang harus saya pikul tentu tidak sebanding dengan rasa sakit yang dialami keluarga korban,” tambahnya.
Dia mengatakan akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh pada 12 Januari kemudian undur diri sebagai perdana menteri setelahnya.
Muscat telah berkuasa selama enam tahun. Ia memenangkan dua periode pemilihan secara telak dan memimpin periode kemakmuran dan reformasi sosial di negara anggota terkecil UE.
“Malta perlu memulai babak baru dan hanya saya yang bisa memberikan sinyal itu,” kata Muscat.
Dia mengambil keputusan itu setelah pertemuan empat jam dengan kelompok parlemen Buruh. Anggota parlemen memberikan “dukungan bulat untuk semua keputusan yang akan diambil oleh perdana menteri”.
Investigasi atas pembunuhan jurnalis Malta, Caruana Galizia dalam pengeboman mobil semakin intensif, terutama ketika seorang perantara kasus yang dicurigai sebagai salah satu tersangka justru diberikan pengampunan hukum.
Perdana menteri mengatakan kepada parlemen bahwa tersangka, Melvin Theuma, diberi kekebalan sebagai imbalan atas informasi tentang pembunuhan itu. Laporan media Malta, Maltese, menyebut bahwa Theuma memiliki rekaman audio yang dikaitkan dengan kasus tersebut.
Pekan lalu, pengusaha terkemuka Yorgen Fenech ditangkap dalam penggerebekan dramatis di kapal pesiarnya. Dia juga dilaporkan meminta grasi untuk mendapat informasi. Fenech menerima perawatan di rumah sakit setelah penangkapannya dan telah diberi jaminan polisi.
-
NASIONAL27/07/2026 18:31 WIBTiga Kali Ganti Pimpinan BGN, Namun Tak Satupun yang Punya Latar Belakang Ahli Gizi
-
FOTO27/07/2026 16:00 WIBFOTO: Pemerintah Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
-
POLITIK27/07/2026 09:00 WIB30 Tahun Kudatuli Luka Demokrasi Belum Sembuh
-
NASIONAL27/07/2026 09:15 WIBMendadak Mundur! Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI
-
OASE27/07/2026 05:00 WIBMakna Api dalam Al-Qur’an Lebih Dalam dari yang Dibayangkan
-
POLITIK27/07/2026 07:00 WIBKaesang Nekat Maju Pileg 2029 Dari Dapilnya Puan Maharani
-
POLITIK27/07/2026 13:00 WIBPSI: Tak Masuk Akal Jokowi Jadi Presiden Dua Periode Tanpa Ijazah
-
DUNIA27/07/2026 15:00 WIBIran Ancam Bumi Hanguskan Basis Militer AS Jika Diserang Lagi