Berita
Bawaslu Minta Aturan Kampanye di Medsos Masuk Peraturan KPU
cara kampanye di medsos diatur lebih detail
AKTUALITAS.ID – Aturan kampanye di media sosial mendapatkan dorongan untuk dimasukkan ke dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).
Dorongan tersebut datang dari Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afifuddin kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memasukkan aturan soal kampanye di media sosial dalam Peraturan KPU (PKPU).
Afif menilai pada pilkada sebelumnya, hal tersebut belum diatur secara detil. Padahal sejumlah calon kepala daerah menggunakan media sosial (medsos) untuk berkampanye.
“Kalau dari teknis pemilu kami mendorong peraturan kampanye terkait dengan kampanye pilkada besok (2020) cara kampanye di medsos diatur lebih detail ya. Kan kemarin tidak terlalu banyak diatur,” ujar Afif usai diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Senin (23/12).
Untuk itu, ia mendorong aturan kampanye di medsos saat Pilkada 2020 dicantumkan dalam PKPU secara lebih rinci. Afif mengatakan, berdasarkan pengalaman Pilkada dan Pemilu sebelumnya, Bawaslu tak bisa turun tangan terlalu jauh dalam hal pelanggaran kampanye melalui media sosial.
Sebab, lanjut dia, selain tak diatur detail di PKPU maupun undang-undang Pemilu atau Pilkada, penyelenggara pemilu terhambat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalam undang-undang tersebut yang punya wewenang melakukan penindakan penyalahgunaan sosial media ialah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), bukan Bawaslu sebagai pengawas pemilu.
“Misalnya ada satu akun yang melakukan ujaran kebencian, itu nggak bisa langsung kita turunkan (unggahan atau akunnya), kita mesti koordinasi dengan Kominfo, koordinasi dengan platform lain,” kata Afif.
Ia menjelaskan, hal itu justru membuat proses penindakan menjadi lebih panjang dan tidak efektif. Seperti yang terjadi pada Pemilu 2019 lalu, akun media sosial yang melanggar aturan kampanye dapat diturunkan setelah pemilu itu selesai.
Dengan demikian, Afif berharap, kampanye di medsos bisa diatur secara detail supaya meminimalisasi pelanggaran. KPU seharusnya sudah mulai memetakan lalu lintas komunikasi di media sosial yang akan berkaitan dengan peserta pilkada maupun pihak yang terlibat.
“Kita berharap besok ini sudah mulai terpetakan dan diatur oleh penyelenggara teknisnya yaitu KPU, bagaimana agar lalu lintas komunikasi di media sosial ini juga ada aturannya,” jelas dia.
Untuk diketahui, pemungutan suara Pilkada 2020 akan digelar serentak di 270 wilayah baik provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia pada 23 September. Daerah yang menyelenggarakan pilkada terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.
-
FOTO28/04/2026 16:02 WIBFOTO: Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi
-
POLITIK28/04/2026 11:00 WIBNasDem: Masa Jabatan Ketum Parpol Hak Internal
-
JABODETABEK28/04/2026 06:30 WIB79 Korban Luka, 5 Tewas dalam Kecelakaan KA Bekasi Timur
-
FOTO28/04/2026 12:43 WIBFOTO: 120 Jamaah Haji Asal Mimika Diberangkatkan Menuju Mekkah
-
JABODETABEK28/04/2026 08:30 WIBImbas Tabrakan KA, KRL Tak Beroperasi ke Cikarang
-
OASE28/04/2026 05:00 WIBKenapa Kitab Zabur Tidak Ada Syariat Baru? Ini Penjelasan Al-Qur’an
-
POLITIK28/04/2026 14:00 WIBBawaslu Siapkan ‘Tameng’ LPSK untuk Lindungi Saksi dan Informan
-
OLAHRAGA28/04/2026 16:30 WIBJadi Juara Grup D, Indonesia Wajib Menang Lawan Prancis