Berita
Eskalasi Perang Tak Kunjung Mereda, PBB Khawatir Suriah Jadi Lautan Darah
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/UN) mengatakan Suriah bisa jadi lautan darah jika eskalasi perang terus meningkat dan tak kunjung mereda. Mengutip Aljazeera, pernyataan PBB ini menindaklanjuti upaya menghentikan perang yang sedang digencarkan oleh Turki lewat Presiden Tayyip Erdogan. Presiden Turki Tayyip Erdogan menyampaikan penting untuk mengendalikan pasukan rezim Suriah dan menghentikan krisis kemanusiaan di Suriah Barat Laut. […]
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/UN) mengatakan Suriah bisa jadi lautan darah jika eskalasi perang terus meningkat dan tak kunjung mereda.
Mengutip Aljazeera, pernyataan PBB ini menindaklanjuti upaya menghentikan perang yang sedang digencarkan oleh Turki lewat Presiden Tayyip Erdogan.
Presiden Turki Tayyip Erdogan menyampaikan penting untuk mengendalikan pasukan rezim Suriah dan menghentikan krisis kemanusiaan di Suriah Barat Laut. Hal ini disampaikannya langsung kepada Presiden Rusuia Vladimir Putin melalui panggilan telepon yang dilakukan pada Jumat (21/2/2020).
Menurut Direktorat Komunikasi Turki, Erdogan juga mengatakan kepada Putin bahwa implementasi penuh dari perjanjian gencatan senjata Turki-Rusia 2018 untuk provinsi Idlib akan mengakhiri pertempuran tersebut.
Kedua pemimpin menyatakan komitmen mereka untuk semua perjanjian, meski tak dijelaskan lebih lanjut. Demikian seperti dilaporkan Hurriyet Daily.
Para pemimpin juga membahas perkembangan di Libya, di mana dua negara mendukung pihak yang bertikai seperti dalam konflik Suriah.
Dari Kremlin, dilaporkan bahwa Putin menyatakan keprihatinannya dengan masih berlanjutnya tindakan agresif yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstremis di Idlib.
“Perlunya menghormati tanpa syarat untuk kedaulatan dan integritas wilayah Suriah digarisbawahi,” kata pernyataan tersebut.
Sebelum menghubungi Putin, Erdogan sebelumnya telah melakukan panggilan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Dalam panggilan tersebut dia menyampaikan hal yang sama, yakni rezim Suriah dan agresi para pendukungnya di Idlib harus dihentikan.
Untuk itu, Erdogan mengharapkan adanya tindakan konkret dari kedua negara untuk menghentikan krisis kemanusiaan yang berlangsung tersebut.
Hal ini menyusul pembicaraan via telpon yang juga dilakukan oleh Macron dan Merkel ke Putin. Mereka mengusulkan untuk segera mendesak Erdogan meredakan ketegangan di perbatasan.
Erdogan mengatakan kepada wartawan bahwa para pemimpin Eropa telah mengusulkan pertemuan empat arah di Istanbul pada 5 Maret, tetapi Putin tidak menanggapi tawaran itu.
Sementara Erdogan masih berupaya dari segi diplomatik, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar beserta komandan militernya melakukan perjalanan ke perbatasan Turki-Suriah untuk memeriksa pasukan Turki. Dia menyampaikan kepercayaannya bahwa pasukan ini akan dapat menyelesaikan tugas mereka di Suriah.
-
JABODETABEK16/06/2026 13:30 WIBPegawai MBG Tewas Dibacok Saat Pulang Kerja
-
NASIONAL16/06/2026 14:00 WIBPBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Rabu
-
OPINI16/06/2026 15:45 WIBKerusuhan Agustus 2025 dan Teori Sosial Baru yang Menjelaskannya
-
NASIONAL16/06/2026 13:15 WIBMahasiswa UGM Kepung Nusron, Budiman, dan Sudaryono
-
NASIONAL16/06/2026 13:00 WIBDPR Minta Bandar Judi Berkedok Timezone Ditindak Tegas
-
DUNIA16/06/2026 15:00 WIBPesawat Bomber B-52 Milik AS Meledak Saat Uji Coba
-
NUSANTARA16/06/2026 15:30 WIBBMKG: Gempa Susulan Masih Berpotensi Terjadi di Palu
-
JABODETABEK16/06/2026 16:00 WIBDPRD DKI Desak BUMD Maksimalkan Aset untuk Tingkatkan PAD