Berita
Meski Dihantam Wabah Corona, MRT Jakarta Pastikan Tak PHK Karyawan
AKTUALITAS.ID – PT MRT Jakarta memastikan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada semua karyawannya, meskipun perekonomian tengah dihantam virus Corona (COVID-19). Jumlah karyawan MRT Jakarta ada sekitar 699 orang. Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan perusahaan tetap bertahan di tengah pandemi virus Corona dengan menghemat biaya operasional. “Prinsip efisiensi yang sedang kita lakukan […]
AKTUALITAS.ID – PT MRT Jakarta memastikan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada semua karyawannya, meskipun perekonomian tengah dihantam virus Corona (COVID-19). Jumlah karyawan MRT Jakarta ada sekitar 699 orang.
Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan perusahaan tetap bertahan di tengah pandemi virus Corona dengan menghemat biaya operasional.
“Prinsip efisiensi yang sedang kita lakukan saat ini, kebijakan proteksi karyawan, tidak PHK, tidak pengurangan. Tapi efisiensi biaya-biaya training hingga biaya perjalanan dinas,” kata William dalam video conference, Jakarta, Rabu (29/4/2020).
Jumlah penumpang yang diangkut MRT Jakarta kini sekitar 2.080 orang per hari dari yang sebelumnya pada kondisi normal bisa mencapai 109.873 orang per hari. Efisiensi yang dilakukan juga dengan tidak membuka lowongan kerja, meskipun MRT Jakarta bisa menambah jumlah karyawan sampai 720 orang di tahun 2020.
Selain itu, efisiensi yang dilakukan adalah menunda pengadaan barang simulator. Menurut William simulator ini tujuannya untuk memberikan pelatihan kepada calon masinis baru.
Dikatakan William, simulator ini juga tujuannya menghemat biaya pelatihan yang biasanya dilakukan di luar negeri. Namun, pengadaannya harus ditunda karena harga barang tersebut cukup mahal.
“Simulator kita antisipasi harusnya ada, karena nilainya sampai Rp 100 milir dan ini bagian langkah efisiensi, itu satu unit, tadinya kita mau adakan di tahun ini,” ujarnya.
Meski tidak jadi mengadakan simulator, maka pelatihan bisa memanfaatkan kereta aktif yang saat ini tidak digunakan secara maksimal. Selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jam operasi MRT Jakarta dibatasi dari pukul 06.00-18.00 WIB. Ditambah lagi kereta yang beroperasi hanya tiga rangkaian dari yang biasanya 14 rangkaian.
“Sampai sekarang ini banyak window time, latihan menggunakan kereta setelah jam 6 sore. Simulator memang dibutuhkan, karena kondisi butuh efisiensi dan kita latihan pakai kereta, pada saat ini banyak yang tidak dioperasikan,” ungkapnya.
-
EKBIS21/09/2026 09:30 WIBAwal Pekan, IHSG Tersungkur Lagi
-
JABODETABEK21/09/2026 07:30 WIBPemotor Tewas Terlindas Truk Fuso di Bogor
-
RAGAM21/09/2026 13:30 WIBCara Ralat Desil DTSEN Tanpa Datang ke Kantor
-
NUSANTARA21/09/2026 14:30 WIBApi Belum Padam, 20 Hektare Hutan Donggala Hangus Jadi Abu
-
POLITIK21/09/2026 19:00 WIBPengamat Politik Bongkar Strategi Reshuffle Prabowo
-
POLITIK21/09/2026 07:00 WIBSurya Paloh: NasDem Siap Kehilangan Kursi demi PT 7%
-
JABODETABEK21/09/2026 12:30 WIBBMKG: Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober
-
EKBIS21/09/2026 10:30 WIBRupiah Sendirian di Zona Merah Asia

















