Berita
Upaya Kendalikan Covid-19 Tak Jelas, Mufida Ajak Masyarakat Berdoa di Akhir Ramadhan
AKTUALITAS.ID – Sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan pada 2 Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo, kurva penularan belum ada tanda akan menurun. Sementara upaya pemerintah menurunkan angka penularan belum maksimal, justru muncul wacana relaksasi yang berpotensi sebaliknya. “Di tengah situasi yang tidak jelas dan menyedihkan seperti ini, di penghujung bulan Ramadhan yang mulia ini, mari […]
AKTUALITAS.ID – Sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan pada 2 Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo, kurva penularan belum ada tanda akan menurun. Sementara upaya pemerintah menurunkan angka penularan belum maksimal, justru muncul wacana relaksasi yang berpotensi sebaliknya.
“Di tengah situasi yang tidak jelas dan menyedihkan seperti ini, di penghujung bulan Ramadhan yang mulia ini, mari kita berdoa agar Allah SWT mengangkat penyakit ini dari muka bumi,” ajak Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati, kepada Aktualitas.id, Jumat (22/5/2020).
Mufida mengungkapkan, lonjakan dari kasus positif pertama pada 2 Maret menjadi 20.162 kasus pada 21 Mei adalah sesuatu yang mengerikan.
Hari ini, paling mengerikan penambahan angka kasus positif karena bertambah 973 , nyaris 1000. Jumlah pasien sembuh alhamdulillah bertambah 263 sehingga total kesembuhan menjadi 4.838.
“Jumlah pasien meninggal sebanyak 1.278 orang per 21 Mei 2020 dimana puluhan di antaranya adalah para tenaga kesehatan, sungguh sangat memprihatinkan,” ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Pemerintah, dinilai Mufida, belum memperlihatkan langkah yang terarah, konsisten dan jelas dalam mengatasi penularan Covid-19 ini berikut dampak yang menyertainya di berbagai sektor. Bahkan, kebijakan-kebijakan yang diambil seringkali saling berlawanan dan berubah-rubah.
“Ambil contoh soal mudik atau pulang kampung. Di satu titik ada larangan, namun di titik lain transportasi dibolehkan. Meski dengan syarat memenuhi protokol kesehatan, tapi fakta di lapangan memperlihatkan protokol itu diabaikan. Lihat saja ramainya bandara dan pelabuhan penyeberangan, belum lagi soal surat kesehatan palsu,” ujar Mufida.
Di titik lain, ketika daerah-daerah bersusah payah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dari sisi pemerintah justru mulai mewacanakan relaksasi atau pelonggaran.
Sementara desakan agar Pemerihtah bisa lebih cepat melakukan uji berbasis PCR dan TCM dan mempercepat pengumuman hasil test, juga belum sepenuhnya terealisasi.
Di tengah kondisi seperti ini, lanjut Mufida, tak ada jalan lain bagi masyarakat kecuali mengandalkan ikhtiar mandiri dengan tertib menjalankan protokol kesehatan. Menjalankan pola hidup sehat, mencuci tangan, mengenakan masker dan disiplin menerapkan physical distancing, harus jadi kebiasaan baru setiap orang.
“Saya juga mengajak semua masyarakat, mumpung masih di bulan Ramadhan, mari kita banyak-banyak berdoa memohon kepada Allah agar melindungi kita semua dan menuntaskan semua kesulitan akibat Covid-19 ini. Semoga Allah juga bimbing Pemimpin dan Pejabat Pemerintah Indonesia agar segera memiliki strategi yang konsisten dan tegas untuk menyelamatkan 270 jiwa rakyat Indonesia dari wabah Covid 19 ini. Mari kita berdoa dan berikhtiar bersama agar kita bisa menang meraih taqwa di hari Idul Fitri dan sekaligus menang dari Covid 19,” pungkas Mufida.
-
JABODETABEK12/06/2026 14:00 WIBPolres Jakpus Amankan Dua Anak dalam Kasus Bocah Tersengat Listrik di Taman Kramat Pulo
-
NASIONAL12/06/2026 13:35 WIBBEM UI Gelar Demo, Ini Tuntutan untuk Pemerintah Prabowo
-
NASIONAL11/06/2026 20:00 WIBRaffi Ahmad Jelaskan Pertemuan dengan Blueray Cargo
-
NASIONAL11/06/2026 21:31 WIBMentan Ajak Ubah Narasi “Pesta Babi” Menjadi “Pesta Panen” di Tanah Papua
-
NASIONAL11/06/2026 22:40 WIBDKPP Gelar Festival Etik Pertama dalam 14 Tahun, Diikuti 217 Peserta dari Seluruh Indonesia
-
POLITIK12/06/2026 09:00 WIBGerindra Bantah Ada Instruksi Kelola Dapur MBG
-
POLITIK11/06/2026 21:03 WIBRatna Dewi: Jurnalis Muda Jadi Harapan Baru Kawal Integritas Pemilu 2029
-
DUNIA12/06/2026 08:00 WIBIran Sebut AS Tak Punya Jalan Keluar