Connect with us

Berita

Usai Tes Usap Massal di Pemkot Bandung, 177 Pegawai Positif Covid-19

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Kota Bandung melakukan tes massif kepada hampir tiga ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan di lingkungan kantor pemerintah pada akhir Agustus lalu. Hasil sementara, ada sekitar 177 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan swab tes PCR. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengatakan dari total ASN yang menjalani swab test, […]

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Kota Bandung melakukan tes massif kepada hampir tiga ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan di lingkungan kantor pemerintah pada akhir Agustus lalu. Hasil sementara, ada sekitar 177 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan swab tes PCR.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengatakan dari total ASN yang menjalani swab test, sekira 1.900 orang yang sudah keluar hasilnya, 177 orang terkonfirmasi positif.

Pihaknya merencanakan untuk melakukan pelacakan terhadap orang yang berkontak erat dengan mereka yang positif, setelah semua hasil lab dari ASN sudah keluar. Ratusan orang yang terkonfirmasi positif pun masih belum didata secara rinci berdasarkan alamat dan lain-lain.

Dengan temuan ini, ia memberikan usulan kepada tim gugus tugas terkait kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan di lingkungan pemerintah. “Paling penting adalah perketat protokol Kesehatan nya,” kata dia.

Kepala Bapelitbang sekaligus Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian dan Analisa Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan ratusan pegawai maupun ASN yang terkonfirmasi positif mayoritas masuk dalam katefori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Ketemu 80 persen masih pada tanpa gejala dan tidak ditemukan yang bergejala. Sudah menjalani isolasi mandiri, ada juga yang isolasi di RSKIA Kota Bandung,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengaku akan mengkaji kebijakan pascatemuan kasus positif di lingkungan pemerintah. Hanya saja, saat ini ia belum memikirkan opsi lockdown. Kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) menjadi pilihan paling rasional.

“Pemkot langsung pelayanan ke masyarakat, tidak semata-mata langsung lockdown (Balai Kota), gak. Saya sedang kaji. Ya, sekarang paling WFH (work from home/kerja di rumah). (PSBB) nanti lihat perkembangannya, (relaksasi) insyallah nanti dibahas,” ujar Oded.

“Saya ngobrol dengan ketua dewan dan forkopimda, selain melakukan penanganan langsung dalam waktu dekat, jangka panjang akan evaluasi. Seluruh kantor di Pemkot Bandung sudah diminta disemprot disinfektan, nanti saya akan mengkaji perlu WFH atau gimana,” tuturnya.

TRENDING

Exit mobile version