Berita
Dolar AS Menguat Tipis di Level 14.830
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.830. Nilai tukar dolar AS ini menguat tipis dibandingkan perdagangan kemarin. Demikian dikutip dari data Reuters, Rabu (16/9/2020). Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah masih belum banyak terpengaruh dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Senin (14/9) kemarin. […]
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.830. Nilai tukar dolar AS ini menguat tipis dibandingkan perdagangan kemarin.
Demikian dikutip dari data Reuters, Rabu (16/9/2020). Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah masih belum banyak terpengaruh dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Senin (14/9) kemarin.
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali dibuka menguat. IHSG dibuka naik 7 poin (0,14%) ke level 5.108.
Pada pukul 09.00 JATS, Rabu (16/9/2020), IHSG dibuka naik 7 poin (0,14%) ke level 5.108. Sementara indeks LQ45 naik 0,7 poin (0,09%) ke 791,454.
ndeks AS ditutup menguat pada hari Selasa. Data ekonomi China mendorong sentimen positif. Hasil industri China naik paling tinggi dalam delapan bulan di bulan Agustus, sementara penjualan ritel China naik untuk pertama kalinya tahun ini, kembali ke level sebelum virus korona. Sementara itu, produksi industri AS meningkat 0.4% bulan lalu, melambat dari kenaikan 3.5% Juli.
-
NUSANTARA05/10/2026 12:30 WIBBMKG: Gempa M5,9 Sumba Ternyata Dipicu Sesar Aktif
-
EKBIS05/10/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat ke 6.055 Pagi Ini
-
DUNIA05/10/2026 12:00 WIBHouthi Klaim Hantam Fasilitas Minyak Riyadh
-
EKBIS05/10/2026 10:30 WIBRupiah Dibuka Melemah di Rp17.900
-
DUNIA05/10/2026 08:00 WIBIran Kembali Eksekusi Pria Terkait Demo Antipemerintah
-
RAGAM05/10/2026 13:30 WIBIlmuwan Dunia Kompak Peringatkan Risiko Mirror Life
-
NASIONAL05/10/2026 10:00 WIBBGN Resmi Izinkan Mitra Tendang Yayasan Benalu Makan Gratis
-
OASE05/10/2026 11:00 WIBSelasa Sah, DPR Bentuk Badan Baru Penguasa Data