Berita
Mahfud Md: Ada Pertimbangan Lain Komnas HAM Tak Masuk TGPF Papua
AKTUALITAS.ID – Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan ada pertimbangan-pertimbangan tersendiri sehingga pemerintah tak mengajak Komnas HAM dalam Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk untuk mencari fakta terkait sejumlah penembakan di Intan Jaya, Papua. Mahfud mengaku, pemerintah sebelumnya sudah berbicara dengan Komnas HAM dan berpikir untuk mengajaknya bergabung dalam TGPF. Namun kemudian, ada pertimbangan lain, […]

AKTUALITAS.ID – Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan ada pertimbangan-pertimbangan tersendiri sehingga pemerintah tak mengajak Komnas HAM dalam Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk untuk mencari fakta terkait sejumlah penembakan di Intan Jaya, Papua.
Mahfud mengaku, pemerintah sebelumnya sudah berbicara dengan Komnas HAM dan berpikir untuk mengajaknya bergabung dalam TGPF. Namun kemudian, ada pertimbangan lain, berkaitan dengan independensi lembaga sehingga niat itu batal.
“Sesudah dipertimbangkan masak-masak, tidak bagus juga kalau kita bergabung dengan Komnas HAM. Nanti dikira Komnas HAM dikonfrontasi oleh pemerintah atau dikira juga pemerintah sudah dikonfrontasi oleh Komnas HAM,” kata Mahfud saat menggelar Konferensi Pers secara daring, Jumat (2/10/2020).
Atas dasar inilah kata Mahfud pemerintah memutuskan tidak memasukkan Komnas HAM dalam tim tersebut. Sebab kata dia, Komnas HAM adalah lembaga sendiri yang berdiri secara independen.
“Oleh sebab itu, karena kita mau yang sejujur-jujurnya maka kita jalan, kita bentuk tim ini tanpa Komnas HAM dan kita mempersilakan Komnas HAM sesuai dengan wewenangnya itu melakukan penyelidikan juga,” katanya.
Apalagi secara aturan, kata Mahfud, Komnas HAM kata memang memiliki kewenangan yang diatur dalam undang-undang berkaitan dengan penyelidikan yang berkaitan dengan HAM.
“Jadi ini (tim investigasi) sudah melalui seleksi yang cukup dalam gitu sampai tadi malam sehingga tadi malam langsung di setujui dan hari ini dirilis,” kata Mahfud.
Sebelumnya, Mahfud resmi merilis TGPF Intan Jaya yang khusus dibentuk untuk menyelidiki peristiwa tewasnya Pendeta Yeremia dan tiga orang lainnya di Intan Jaya, Papua. Penunjukan TGPF ini resmi dikeluarkan melalui Surat Keputusan bernomor 83 tahun 2020.
Sedikitnya ada 30 nama dalam sususan Tim TGPF ini. Terdiri dari dua komponen utama yakni Tim Pengarah yang terdiri dari 11 orang anggota dan Tim Investigas Lapangan yang terdiri dari 18 anggota. Mahfud sendiri bertugas sebagai penanggung jawab dalam tim ini.
Untuk Tim Investigasi Lapangan, Mahfud menunjuk Ketua Harian Kompolnas, Benny J Mamoto. Sementara tim pengarah diketuai F Tri Soewandono yang merupakan Sekretaris Kemenko Polhukam.
-
FOTO29/08/2025 07:52 WIB
FOTO: Mako Brimob di Kepung Warga
-
RAGAM28/08/2025 16:00 WIB
Sulit di Bacanya, Inilah Nama Orang Terpanjang di Indonesia
-
NASIONAL28/08/2025 22:30 WIB
Demo Aksi Berujung Ricuh, Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob
-
JABODETABEK28/08/2025 18:30 WIB
Petugas Pengamanan Dilempari Batu Hingga Petasan di DPR/MPR RI
-
JABODETABEK28/08/2025 16:30 WIB
Kapolda: Gas Air Mata Hanya Boleh Atas Perintah Saya
-
NUSANTARA28/08/2025 19:00 WIB
LAMR dan Pemda Apriasi Operasi PETI Polda Riau yang Berhasil Bikin Air Sungai Kuantan Kembali Jernih
-
OLAHRAGA28/08/2025 20:00 WIB
Berlaga di Liga 2 dan 3 Bali United Pinjamkan Pemain Muda
-
NASIONAL28/08/2025 15:00 WIB
Prabowo: Penataran Bupati Baru Harusnya di Kamp Tentara, Bukan Hotel