Berita
Usai Gencatan Senjata, Rusia Kirim Pasukan ke Nagorno-Karabakh
Ratusan pasukan perdamaian Rusia dikerahkan ke Nagorno-Karabakh pada Selasa (10/11) setelah Armenia dan Azerbaijan menyetujui gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran sengit selama berpekan-pekan terakhir. Pasukan Rusia yang terdiri dari 1.960 personel militer dan 90 pengangkut personel lapis baja akan dikerahkan ke wilayah itu sebagai penjaga perdamaian untuk misi lima tahun. “Untuk mengendalikan gencatan senjata dan […]
Ratusan pasukan perdamaian Rusia dikerahkan ke Nagorno-Karabakh pada Selasa (10/11) setelah Armenia dan Azerbaijan menyetujui gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran sengit selama berpekan-pekan terakhir.
Pasukan Rusia yang terdiri dari 1.960 personel militer dan 90 pengangkut personel lapis baja akan dikerahkan ke wilayah itu sebagai penjaga perdamaian untuk misi lima tahun.
“Untuk mengendalikan gencatan senjata dan penghentian aksi militer di zona konflik Nagorno-Karabakh, kontingen penjaga perdamaian Rusia sedang dikerahkan yang terdiri dari 1.960 prajurit, 90 kendaraan lapis baja, 380 unit kendaraan dan peralatan khusus,” lapor kantor berita Rusia TASS, mengutip Kemenhan Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa mengatakan sepuluh pesawat Il-76 yang membawa pasukan pertama penjaga perdamaian beserta peralatan mereka telah lepas landas dari sebuah lapangan terbang di Ulyanovsk, Rusia.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan sekutu utamanya, Turki juga akan terlibat dalam upaya penjaga perdamaian tapi tidak disebutkan dalam perjanjian tersebut.
Juru Bicara Kemenhan Armenia, Shushan Stepanyan mencuit di Twitter bahwa pada pukul 06.00 pagi waktu setempat, Artsakh (Karabakh) dalam situasi tenang dan “operasi tempur di seluruh garis depan telah ditangguhkan”.
Kesepakatan damai itu memberlakukan gencatan senjata pada pukul 1.00 dini hari waktu setempat dan ditengahi oleh Moskow.
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan kesepakatan itu pada Selasa dini hari.
Dilansir AFP, Pashinyan menggambarkan kesepakatan itu sebagai sesuatu yang sangat menyakitkan bagi dirinya dan rakyatnya, sementara Aliyev menyebutnya sebagai bentuk penyerahan diri.
Teks lengkap kesepakatan itu dirilis beberapa jam kemudian dan menunjukkan keuntungan jelas bagi Azerbaijan.
Pasukan Azerbaijan akan mempertahankan kendali atas daerah-daerah yang direbut dalam pertempuran, termasuk kota utama Shusha. Sementara Armenia menyetujui
-
NUSANTARA05/09/2026 10:30 WIBPVMBG Imbau Warga Waspada Usai Erupsi Krakatau
-
JABODETABEK05/09/2026 06:30 WIBLapak-Lapak di Joglo Jakbar Habis Dilalap Api
-
EKBIS05/09/2026 09:30 WIBHarga Emas Antam Anjlok Rp30 Ribu
-
NASIONAL05/09/2026 07:00 WIBNasDem Minta BGN Putus Kontrak SPPG Nakal
-
NASIONAL05/09/2026 09:00 WIBKeracunan MBG Berulang, Komisi IX Desak BGN Bentuk Satgas
-
NASIONAL05/09/2026 11:00 WIBOrang Utan Sempurna Mati, DPR: Karhutla Kalbar Alarm Keras
-
NASIONAL05/09/2026 13:00 WIBKomnas HAM Bongkar Rentetan Kekerasan Demo Jakarta
-
OTOTEK05/09/2026 11:30 WIB10 Perangkat Rumah Tangga Nyedot Listrik Meski Dimatikan