Connect with us

DUNIA

Netanyahu Pede Rezim Mojtaba Khamenei Segera Tumbang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melancarkan gertakan tajam dengan menyatakan keyakinannya bahwa rezim Iran di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei kini berada di ujung tanduk. Netanyahu menilai kondisi Teheran saat ini berada dalam titik terlemah dalam sejarah usai diterjang gelombang serangan terbaru dari Amerika Serikat.

Dalam pertemuan tertutup bersama jajaran petinggi militer Israel, Netanyahu sesumbar bahwa misi utama untuk menumbangkan kekuasaan ayatollah kini berada dalam jangkauan nyata.

“Rezim ini saat ini berada di ambang kehancuran. Mereka lebih lemah dari sebelumnya. Mereka sedang berjuang untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya,” gertak Netanyahu, Kamis (3/9/2026).

Netanyahu menegaskan bahwa keterlibatan Israel dalam pertempuran melawan Iran tidak akan berhenti sebelum rezim tersebut runtuh sepenuhnya. Ia mengklaim bahwa kekuatan militer Israel telah membuat Teheran berfikir puluhan kali untuk melancarkan serangan balasan langsung ke wilayahnya.

“Saya yakin kita dapat menyingkirkan ancaman ini untuk selamanya, yakni dengan menggulingkan rezim tersebut. Itulah tugas utama yang masih harus kita selesaikan, tetapi waktunya sudah dekat… Jika mereka tidak menyerang kita, itu bukan kebetulan. Mereka tahu kekuatan kita—kekuatan persenjataan kita—dan tekad kita,” tegasnya.

Eskalasi di Timur Tengah kembali membara setelah upaya diplomasi antara Washington dan Teheran menemui jalan buntu. Meski sempat menyepakati kesepakatan gencatan senjata pada April lalu, sikap keras Iran membuat Presiden AS Donald Trump kehilangan kesabaran dan kembali melancarkan gempuran militer serta sanksi baru.

Kondisi tersebut langsung dimanfaatkan Tel Aviv yang sejak awal menolak menghentikan gempuran. Bahkan, Israel mengancam siap melancarkan aksi militer sepihak tanpa perlu menunggu lampu hijau dari Washington.

Meranggapi gempuran AS dan ancaman Israel, Iran memilih tidak tinggal diam. Teheran dilaporkan mulai memperluas arena pertempuran dengan membalas menggempur sejumlah pangkalan serta kawasan sekutu AS di Teluk, mulai dari Kuwait, Qatar, Yordania, hingga wilayah otonom Kurdistan di Irak. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version