Berita
Usai Kritik Trump saat Terpapar Corona, Ahli Medis Dicopot
James Phillips, seorang dokter ruang gawat darurat di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed dicopot dari tugasnya di rumah sakit tersebut setelah mengkritik tindakan Presiden Donald Trump yang menyapa pendukungnya ketika dirawat pada awal Oktober lalu karena terpapar Covid-19. Phillips yang juga menjabat kepala pengobatan bencana di George Washington University telah dibebastugaskan dari RS militer […]
James Phillips, seorang dokter ruang gawat darurat di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed dicopot dari tugasnya di rumah sakit tersebut setelah mengkritik tindakan Presiden Donald Trump yang menyapa pendukungnya ketika dirawat pada awal Oktober lalu karena terpapar Covid-19.
Phillips yang juga menjabat kepala pengobatan bencana di George Washington University telah dibebastugaskan dari RS militer Walter Reed. Ia terakhir merampungkan shift terakhirnya di sana pada Minggu (27/12).
Dalam cuitannya, Phillips mengatakan akan merindukan pasien di RS Walter Reed sekaligus berterima kasih kepada staf rumah sakit atas dukungan yang selama ini diterimanya. Ia disebut akan melanjutkan bekerja di Sekolah Kedokteran George Washington University.
“Saya merasa terhormat telah bekerja di sana dan saya menantikan kesempatan baru. Saya mempertahankan kata-kata saya, dan saya tidak menyesali apa pun,” cuitnya.
Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed dalam sebuah pernyataan kepada CNN mengatakan “tidak ada keputusan yang dibuat oleh siapa pun” di rumah sakit untuk mengeluarkan Phillips.
Seperti yang Anda ketahui, Dr. Phillips bekerja sebagai karyawan kontrak di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed (WRNMMC), yang memberikan persyaratan bagi karyawan kontrak kepada agen kontrak,” kata rumah sakit itu.
“Agen kontrak kemudian bekerja sama dengan karyawan kontrak untuk menentukan jadwal individu,” tambahnya.
Gedung Putih menolak berkomentar kepada CNN, sedangkan George Washington tidak membalas pesan permintaan komentar.
Seorang sumber mengatakan kepada CNN bahwa Phillips mengkritik Trump karena membawa iring-iringan mobil dan agen Dinas Rahasia untuk menyapa dan melambai kepada para pendukungnya di luar rumah sakit kala itu.
Phillips kala itu menyebut jika aksi Trump “sama sekali tidak perlu” dan dalam cuitannya pada Oktober yang telah dihapus, ia mengatakan bahwa Trump menempatkan nyawa dalam risiko “teater politik”.
“SUV Presiden itu tidak hanya antipeluru, tapi tertutup rapat terhadap serangan kimiawi,” cuitnya kemudian.
“Risiko penularan Covid-19 di dalam sangat tinggi karena di luar prosedur medis. Ketidaktanggungjawabannya luar biasa. Pikiran saya tertuju pada Dinas Rahasia,” imbuhnya.
Dia menambahkan bahwa setiap orang yang berada dalam kendaraan yang sama dengan Trump harus dikaratina selama 14 hari.
“Mereka mungkin jatuh sakit. Mereka mungkin mati untuk teater politik. Diperintahkan oleh Trump untuk mempertaruhkan nyawa mereka di teater. Ini adalah kegilaan,” ucapnya.
-
PAPUA TENGAH12/02/2026 14:16 WIBPT Freeport Tutup Sementara Akses Timika–Tembagapura Usai Penembakan di Mile 50
-
DUNIA12/02/2026 08:00 WIBGencatan Senjata Terancam! Netanyahu Lapor Trump Siapkan Operasi Militer Baru di Gaza
-
PAPUA TENGAH12/02/2026 15:18 WIBTPNPB-OPM Akui Serangan di Tembagapura, Sampaikan Tuntutan Politik
-
PAPUA TENGAH12/02/2026 18:47 WIBSeorang Pria Jadi Korban Pembacokan di Mimika, Ini Kronologinya
-
NASIONAL12/02/2026 10:00 WIBKasus Korupsi Ekspor CPO: Kejagung Ungkap 20 Perusahaan dan Tahan 11 Tersangka
-
JABODETABEK12/02/2026 05:30 WIBSiapkan Payung! Jabodetabek Diprediksi Hujan Seharian pada Kamis 12 Februari
-
PAPUA TENGAH12/02/2026 16:31 WIBKapendam Beberkan Kronologi Penembakan di Mile Post 50
-
POLITIK12/02/2026 07:00 WIBPosisi Gibran Terancam? Pengamat Bicara Peluang Cak Imin dalam Bursa Cawapres Prabowo 2029

















