Berita
Ekonom Ryan Kiryanto Ungkap Inflasi 2020 Diramal 1,8%
AKTUALITAS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan inflasi 2020. Sejumlah ekonom memproyeksi angka inflasi masih jauh di bawah acuan Bank Indonesia (BI) yang sebesar 3,5%. Ekonom Ryan Kiryanto mengungkapkan inflasi 2020 secara tahunan diproyeksi 1,6% – 1,8%. Angka ini terbilang rendah. Penyebabnya adalah efek pandemi Corona yang direspon dengan tindakan 3M di tingkat masyarakat […]
AKTUALITAS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan inflasi 2020. Sejumlah ekonom memproyeksi angka inflasi masih jauh di bawah acuan Bank Indonesia (BI) yang sebesar 3,5%.
Ekonom Ryan Kiryanto mengungkapkan inflasi 2020 secara tahunan diproyeksi 1,6% – 1,8%. Angka ini terbilang rendah. Penyebabnya adalah efek pandemi Corona yang direspon dengan tindakan 3M di tingkat masyarakat sebagai tindak lanjut PSBB di tingkat daerah.
“Ini membatasi mobilitas orang dan barang, sehingga akitivitas konsumsi anjlok,” kata dia saat dihubungi, Senin (4/1/2021).
Dia mengungkapkan belum kuatnya aktivitas konsumsi lantaran lemahnya daya beli masyarakat yang terdampak pandemi dan banyak pemilik dana yang tidak meningkatkan konsumsi juga menjadi penyebab rendahnya daya beli.
Menurut Ryan bantuan sosial yang diberikan pemerintah memang membantu masyarakat untuk belanja konsumtif, namun belum mampu mengkompensasi nilai atau volume belanja masyarakat mampu yang menunda pembelian karena alasan kesehatan.
Ryan menambahkan outlook inflasi tahun ini akan membaik. “Dalam artian meningkat di rentang 2%-3% seiring makin intensifnya masyarakat yang berkonsumsi seiring meningkatnya kepercayaan diri masyarakat setelah pemerintah akan melakukan vaksinasi massal untuk seluruh masyarakat dan melonggarnya PSBB,” imbuh dia.
Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk Andry Asmoro mengungkapkan angka inflasi 2020 ini diprediksi sebesar 1,61%.
Kemudian untuk inflasi Desember 2020 sebesar 0,37% lebih tinggi dibandingkan periode bulan sebelumnya 0,28%.
Andry menyebut harga pangan yang lebih tinggi dan musim akhir tahun merupakan penyebab utama inflasi. Selain itu harga pangan yang terus meningkat pada 20 Desember seperti cabai rawit, cabai merah dan telur ayam juga menjadi penyebab inflasi Desember 2020.
“Inflasi 2021 diperkirakan 2,92% mulai menuju target Bank Indonesia,” jelas dia.
Menurutnya dampak peningkatan uang beredar dari stimulus ekonomi COVID-19 sebagian besar akan terjadi pada paruh kedua tahun 2021.
-
JABODETABEK02/11/2026 07:30 WIBAKSI Satu Juta Tanda Tangan untuk Ancol Gratis Menggema di CFD
-
DUNIA02/11/2026 08:00 WIBTrump Terpojok! Demokrat Diramal Sapu Bersih Pemilu Sela AS
-
POLITIK02/11/2026 11:00 WIBPSI Belum Ambil Langkah soal Suket Gibran yang Dibatalkan MA
-
JABODETABEK02/11/2026 07:30 WIBKhusus Senin! Perpanjang SIM Lebih Praktis di Lokasi Ini
-
NASIONAL02/11/2026 10:00 WIBKomnas HAM Minta Propam Usut Penggerebekan Ponpes Sukoharjo
-
NASIONAL02/11/2026 07:00 WIBSDI: Indonesia Emas Bukan Sekadar Angka
-
NASIONAL02/11/2026 07:00 WIBWamen HAM Mugiyanto Tegaskan HAM Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045
-
POLITIK02/11/2026 09:00 WIBJansen: Pilihannya Gibran Mundur atau Dimundurkan
















