Berita
Polisi: 12 Teroris di Jatim Sudah Siapkan Bungker untuk Merakit BOM
AKTUALITAS.ID – Polri menyatakan bahwa 12 tersangka teroris yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Jawa Timur pekan lalu sudah menyiapkan pembuatan bungker untuk merakit bom. Diketahui, 12 tersangka teroris itu ialah, UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS, MI. Mereka diduga berafiliasi dengan kelompok […]
AKTUALITAS.ID – Polri menyatakan bahwa 12 tersangka teroris yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Jawa Timur pekan lalu sudah menyiapkan pembuatan bungker untuk merakit bom.
Diketahui, 12 tersangka teroris itu ialah, UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS, MI. Mereka diduga berafiliasi dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI).
“Tentunya mereka telah melakukan aktivitas-aktivitas berupa latihan bela diri dan mereka juga sudah merancang bungker yang akan digunakan untuk kegiatan pembuatan senjata maupun bom rakitan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/3/2021).
Rusdi mengatakan bungker yang disiapkan itu juga bakal dipakai untuk membuat senjata-senjata rakitan. Nantinya akan digunakan untuk menebar aksi teror.
Dalam penangkapan itu Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti seperti 50 butir peluru 9mm, satu pistol rakitan berjenis FN, empat bendera berwarna hitam dan putih, delapan pisau, dua samurai, tiga golok, dan senjata tajam lainnya berbentuk busur.
“Kelompok ini dikenal dengan kelompok Fahim,” ucapnya lagi.
Rusdi menerangkan bahwa para tersangka itu telah menyiapkan jalur untuk melarikan diri usai melakukan aksi terornya. Para tersangka itu pun sudah menyiapkan rencana amaliah.
Namun, polisi belum dapat mengungkapkan lebih lanjut mengenai lokasi ataupun target aksi yang hendak dilakukan oleh para tersangka teroris. Kata dia, materi tersebut masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.
“Mereka telah merencanakan amaliah itu. Bentuknya apa dan sasarannya mana, ini masih pendalaman dari Densus nanti akan kami sampaikan,” tambah Rusdi menerangkan.
Rusdi mengatakan para teroris yang ditangkap di Jatim tersebut berkaitan dengan Upik Lawanga alias Taufik Bulaga.
“Jelas semua ada keterkaitannya. Kalau kita mendalami lagi, kelompok ini pun ada keterkaitannya dengan Upik Lawanga,” kata Rusdi
“Mereka saling terkoneksi antar satu kelompok dengan kelompok yang lain,” ucapnya lagi.
Sebagai informasi, Upik Lawanga merupakan sosok buronan yang melarikan diri dari Poso, Sulawesi Tengah pada 2007 melalui Makassar, Surabaya, kemudian Solo, hingga akhirnya menetap di Lampung.
Dia masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme sejak 2006 lalu. Ia disebut-sebut sebagai ahli perakit bom di lingkaran JI sampai-sampai dijuluki sebagai profesor bom.
Tak hanya itu, Taufik Bulaga disebut sebagai anak kesayangan dokter Azhari, teroris asal Malaysia yang ditembak mati pada 2005 silam.
Jauh sebelum memiliki kemampuan merakit bom, Upik Lawanga mulai terpapar paham ekstremisme pasca-konflik Poso pada 2001 lalu. Dia bersama kelompok JI, secara langsung turun ke Pos untuk melakukan pelatihan militer.
JI sendiri merupakan jaringan terorisme yang bertanggung jawab atas pelbagai kasus teror di Indonesia. Beberapa di antaranya seperti Bom Bali 1 dan 2, kemudian ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pada 2009.
-
NASIONAL11/09/2026 10:00 WIBKetum BM PAN Doakan 5 Jurnalis Hilang Segera Ditemukan
-
RIAU11/09/2026 09:45 WIBTinjau Karhutla Pelalawan, Aslog Kapolri Siapkan Formulasi Pemadaman Gambut
-
NASIONAL11/09/2026 10:15 WIBMaruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah
-
EKBIS11/09/2026 09:15 WIBIHSG Anjlok Nyaris 2% di Awal Perdagangan
-
JABODETABEK11/09/2026 05:30 WIBBMKG: Awan Tebal Mengintai Jakarta Jumat Ini
-
DUNIA11/09/2026 08:00 WIBSerangan Israel Tewaskan Satu Keluarga di Gaza
-
NASIONAL11/09/2026 09:00 WIBDPR Dorong Satu Kementerian Khusus Urusan Bencana
-
JABODETABEK11/09/2026 06:30 WIBJadwal SIM Keliling Jakarta Jumat 11 September 2026

















