Berita
Korut Tuduh Israel Ubah Jalur Gaza Menjadi Rumah Pembataian Anak-anak
Korea Utara buka suara dan mengecam tindakan Israel di Jalur Gaza, Palestina. Pemerintah Kim Jong-un menuduh Israel mengubah Jalur Gaza “menjadi rumah jagal manusia dan tempat pembantaian anak-anak. Pernyataan itu disampaikan Korut tak lama setelah Israel dan Hamas saling gempur dalam perang 11 hari. Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut kejahatan Israel membunuh anak-anak merupakan […]
Korea Utara buka suara dan mengecam tindakan Israel di Jalur Gaza, Palestina. Pemerintah Kim Jong-un menuduh Israel mengubah Jalur Gaza “menjadi rumah jagal manusia dan tempat pembantaian anak-anak.
Pernyataan itu disampaikan Korut tak lama setelah Israel dan Hamas saling gempur dalam perang 11 hari.
Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut kejahatan Israel membunuh anak-anak merupakan tantangan berat bagi masa depan umat manusia. Dia menganggap tindakan Israel sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
“Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa seluruh Jalur Gaza telah berubah menjadi rumah jagal manusia yang besar dan tempat pembantaian anak-anak,” kata Kemlu Korut, Jumat (4/6) seperti dikutip dari Newsweek.
“Segera setelah pemboman berakhir, (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu dan pihak berwenang Israel berusaha menyembunyikan kejahatan mereka, membunuh, bahkan anak-anak.”
Korut menilai outlet berita internasional sangat mengutuk Israel karena terus membantai anak-anak, juga mengusir warga Palestina, perluasan permukiman ilegal dan menabur benih kebencian.
Pernyataan Korut itu bertepatan dengan peringatan 4 Juni yang ditetapkan PBB sebagai Hari Internasional Anak-anak Tak Bersalah Korban Agresi,
Hari itu diperingati untuk menandai “tindakan agresi” Israel terhadap “sejumlah besar korban anak-anak Palestina dan Libanon yang tidak bersalah” pada Agustus 1982.
Bentrokan terbaru antara Israel dan Hamas di Gaza menghancurkan ribuan bisnis dan rumah, menggusur lebih dari 100.000 orang di wilayah tersebut.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan sekitar 240 warga Palestina tewas dalam perang 11 hari itu. Sementara sebanyak 12 orang dilaporkan tewas di Israel.
Pertikaian itu berhasil diredam setelah dua pihak menyetujui gencatan senjata. Israel dan Palestina telah terlibat dalam pembicaraan damai selama 25 tahun terakhir, tetapi belum ada titik terang.
Korea Utara sendiri telah lama mengakui kedaulatan Palestina atas semua wilayah yang dikuasai Israel, kecuali Dataran Tinggi Golan.
Pyongyang menganggap Israel sebagai “satelit imperialis” yang bertentangan dengan ideologi anti-imperialis dan anti-kolonialis rezimnya sendiri.
Selama beberapa dekade, rezim keluarga Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un telah memihak kelompok militan Palestina termasuk Hamas.
Sementara itu Kementerian Luar Negeri Israel belum memberikan tanggapan.
-
NUSANTARA03/10/2026 22:00 WIBAnak Durhaka! Ibu Kandung Tewas Dihabisi Pakai Kayu di Halaman Rumah
-
OASE04/10/2026 05:00 WIBJin Itu Ada, Tapi Jangan Asal Percaya Hantu
-
DUNIA04/10/2026 00:00 WIBKorsel Tingkatkan Status Siaga usai Rudal Balistik Korut Diluncurkan
-
RAGAM04/10/2026 15:35 WIBAzka Corbuzier Debut Akting Lewat Home, Almost, Tayang Perdana di New York
-
EKBIS04/10/2026 07:00 WIBZulhas: Gaji Manajer Kopdes Rp8,3 Juta Bersumber dari APBN
-
NASIONAL04/10/2026 06:00 WIBAncaman Air Bah Mengintai, Ijeck ‘Sidak’ Langsung Benteng Raksasa Sungai Sei Padang
-
JABODETABEK03/10/2026 23:00 WIBMiris! Dua Anak di Cawang Diduga Jadi Korban Pelecehan
-
NUSANTARA04/10/2026 13:30 WIBBMKG Bongkar Penyebab Udara Makassar Mendadak Tak Sehat
















