Berita
Masuki Musim Penghujan, Bupati Cirebon Instruksikan Camat Siaga Bencana
AKTUALITAS.ID – Memasuki musim penghujan, berbagai bencana hidrometeorologi mengancam wilayah Kabupaten Cirebon. Untuk itu, para camat diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing. Instruksi itu disampaikan Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, melalui Surat Edaran Nomor 380/2779/BPBD tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tahun 2021. Surat tertanggal 29 Oktober 2021 itu ditujukan kepada seluruh camat se-Kabupaten Cirebon. Dalam […]
AKTUALITAS.ID – Memasuki musim penghujan, berbagai bencana hidrometeorologi mengancam wilayah Kabupaten Cirebon. Untuk itu, para camat diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing.
Instruksi itu disampaikan Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, melalui Surat Edaran Nomor 380/2779/BPBD tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tahun 2021. Surat tertanggal 29 Oktober 2021 itu ditujukan kepada seluruh camat se-Kabupaten Cirebon.
Dalam surat tersebut, Imron menyebutkan, sejumlah bencana yang harus diwaspadai di musim hujan adalah angin puting beliung, hujan besar disertai angin, banjir/banjir bandang serta pergerakan tanah/longsor.
Untuk menghadapi ancaman angin puting beliung/hujan besar disertai angin, Imron meminta para camat untuk mengecek daerah berisiko angin puting beliung menggunakan InaRISK di http://inarisk.bnpb.go.id atau melalui aplikasi InaRISK yang dapat diunduh di Playstore.
Mendorong gerakan partisipatif bersama masyarakat melalui kuwu, seperti memangkas cabang dahan atau pohon yang rawan tumbang atau sudah lapuk. “Memberi tanda-tanda rawan bila ada angin kencang dan laporkan jika terjadi bencana ke BPBD,” kata Imron.
Sementara untuk menghadapi ancaman banjir/banjir bandang, camat diminta mendorong gerakan partisipatif bersama masyarakat melalui kuwu untuk bersih-bersih sungai, saluran air dan memangkas cabang pohon atau dahan yang rawan tumbang.
Camat juga diinstruksikan untuk menyiapkan sumur resapan air bila hujan lebat dan mendiseminasi informasi peringatan dini bahaya banjir kepada masyarakat. Komunikasi pun harus dilakukan dengan berbagai instansi yang terkait.
Sedangkan untuk ancaman pergerakan tanah/longsor, para camat harus mendorong gerakan partisipatif kuwu dan masyarakat, seperti membuat drainase sifon di lorong curam atau sejenis dinding penahan longsor sederhana.
“Hindari daerah lereng curam yang rawan longsor, area yang ada retakan tanah dan yang ada mata air /rembesan air pada dinding tanah di lereng,” tukas Imron.
Imron menambahkan, para camat juga mesti melakukan monitoring secara berkala untuk mendapatkan informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana. Selain itu, camat pun diminta menyiapkan dan mensosialisasikan tempat evakuasi yang aman dan mengidentifikasi kebutuhan sumber daya yang ada di daerah masing-masing.
-
PAPUA TENGAH03/05/2026 20:00 WIBDanrem 173/Praja Vira Braja Tinjau Kesiapan Wilayah Teritorial di Makodim 1714/PJ
-
DUNIA03/05/2026 22:00 WIB3.500 Tentara NATO Ikuti Latihan di Polandia
-
FOTO04/05/2026 08:19 WIBFOTO: Kepala BNN Main Padel Bareng Raffi Ahmad
-
EKBIS03/05/2026 20:30 WIBPenyesuaian HET Minyakita Tak Terkait Implementasi B50
-
JABODETABEK04/05/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Diguyur Hujan Senin 4 Mei 2026
-
OASE04/05/2026 05:00 WIBNabi Muhammad Sebut Yaman Negeri Penuh Iman
-
OLAHRAGA03/05/2026 23:00 WIBPersik Kediri Berhasil Kalahkan Arema 3-2
-
JABODETABEK03/05/2026 21:00 WIBBanjir Imbas Pembangunan Pintu Air, Dikeluhkan Warga Cengkareng