Berita
Menko Polhukam Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Kriminalisasi Ulama
AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD melihat Indonesia sebagai negara agamis sekaligus demokratis. Ini terlihat dari banyaknya organisasi massa (ormas) keagamaan dan beragam kegiatan keagamaan. Ormas keagamaan seperti Wahdah Islamiyah, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Nahdlatul Wathon, Alwashliyah, Persis, dan Al-Irsyad. “Di sini banyak sekolah Islam dan majelis taklim yang setiap […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD melihat Indonesia sebagai negara agamis sekaligus demokratis. Ini terlihat dari banyaknya organisasi massa (ormas) keagamaan dan beragam kegiatan keagamaan.
Ormas keagamaan seperti Wahdah Islamiyah, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Nahdlatul Wathon, Alwashliyah, Persis, dan Al-Irsyad.
“Di sini banyak sekolah Islam dan majelis taklim yang setiap hari menyelenggarakan pendidikan dan pengajian di mana-mana. Tidak ada yang dilarang,” katanya dalam Pembukaan Muktamar IV Wahdah Islamiyah di Sulawesi Selatan, Minggu (19/12/2021).
Pada kesempatan yang sama, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga menegaskan, Pemerintah tidak pernah mengkriminalisasi ulama. Ada puluhan ribu ulama di Indonesia, hanya beberapa ulama yang diproses secara hukum karena melakukan tindak kriminal.
“Coba hitung dengan jari siapa yang dikriminalisasi selain yang memang terbukti melakukan tindak kriminal? Sebaliknya coba lihat, penghuni penjara di Indonesia ini 263 ribu lebih, ada berapa ulama yang dikriminalisasi di sana,” tegasnya.
Mahfud meminta Wahdah Islamiyah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). NKRI berlandaskan Pancasila sebagai mitsaqan ghalidza yakni kesepakatan luhur bangsa untuk hidup bersama dan bersatu.
Mahfud mengaku kenal baik dengan pemimpin Wahdah Islamiyah Dr. Zaitun Rasmin, baik sebagai aktivis Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun Majelis Ulama Muda Indonesia (MUMI). Zaitun Rasmin disebut kritis tetapi berjiwa NKRI berdasarkan dokumen dan pernyataannya.
“Pemerintah tak melarang orang bersikap kritis asal tertib, siap menerima jawaban dan dikritik balik, tahu kapan harus mulai dan kapan harus berhenti,” ucap dia.
Wahdah Islamiyah semula berdiri sebagai Yayasan Fathul Muin pada 1988 yang berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan. Yayasan ini kemudian dikembangkan menjadi ormas Islam dan kini memiliki cabang di seluruh Indonesia.
Aktivitasnya meliputi pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemanusiaan.
-
FOTO22/06/2026 20:05 WIBFOTO: Pemusnahan Pakaian Bermerk Palsu Senilai Hampir Rp. 1 Miliar
-
RAGAM22/06/2026 18:30 WIBIni 5 Rekomendasi Sepatu Nike Terjangkau untuk Lari
-
POLITIK22/06/2026 18:00 WIBMeski Gaet Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Jadi Partai Gurem
-
OLAHRAGA23/06/2026 03:00 WIBInggris vs Ghana: Misi Lolos Grup L Piala Dunia 2026
-
POLITIK22/06/2026 20:06 WIBBajak Kader dari Partai Lain, PSI Dinilai Krisis Figur
-
NASIONAL23/06/2026 08:30 WIBKetua BEM FH UBK Ngaku Terima Rp 20 Juta dari Oknum Polisi Jelang Demo
-
RAGAM22/06/2026 19:45 WIBPersaingan SD Negeri dan Biaya Swasta Bikin Orang Tua Serba Salah
-
POLITIK22/06/2026 20:35 WIBPengamat Sebut Struktur Ketua Harian PSI Bukti Adanya Ketidakseimbangan dalam Manajemen Partai