DUNIA
UNRWA: Serangan Brutal Israel Telah Menargetkan Fasilitas di Gaza, 524 Pengungsi Tewas
AKTUALITAS.ID – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa fasilitas mereka di Gaza telah menjadi sasaran 453 serangan oleh militer Israel sejak 7 Oktober 2023. Serangan-serangan ini telah menyebabkan dua pertiga sekolah yang dikelola UNRWA di Gaza rusak, serta menewaskan 524 orang yang mengungsi di fasilitas mereka.
Komisaris Jenderal UNRWA, Filippo Lazzarini, dalam sebuah pernyataan pada Rabu (10/7), mengutuk serangan tersebut dan menyerukan gencatan senjata segera untuk mencegah hilangnya rasa kemanusiaan yang tersisa. “Sekolah sudah berubah dari tempat yang aman untuk pendidikan dan harapan bagi anak-anak, menjadi pengungsian yang penuh sesak, yang seringkali berujung menjadi tempat kematian dan penderitaan,” ungkap Lazzarini.
Lazzarini juga menyebutkan bahwa empat sekolah yang dikelola PBB telah digempur dalam empat hari terakhir. “Sembilan bulan lamanya, berdasarkan pengawasan kami, pembunuhan, kehancuran, dan keputusasaan yang tanpa henti masih terjadi. Gaza bukan tempat bagi anak-anak,” katanya.
Pada Selasa (9/7), sedikitnya 25 orang tewas dan 53 orang lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap salah satu sekolah yang menampung para pengungsi di Kota Abasan, sebelah timur Khan Younis di Jalur Gaza selatan. Serangan ini menyusul sedikitnya 16 korban tewas dan puluhan korban luka saat Israel melancarkan aksi serupa di sebuah sekolah di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah pada 6 Juli.
Israel terus mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang masih berlangsung di Gaza sejak kelompok perjuangan Palestina Hamas meluncurkan serangan pada 7 Oktober.
Otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa hampir 38.300 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, telah terbunuh, dan lebih dari 88.200 orang lainnya terluka. Memasuki bulan kesembilan perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza luluh lantak akibat pengepungan yang menghalangi akses makanan, air bersih, serta obat-obatan.
Israel kini dituding melakukan genosida dalam kasus yang dilayangkan di Mahkamah Internasional (ICJ), yang baru-baru ini memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasi militer di Kota Rafah, di mana lebih dari satu juta warga Palestina berlindung dari perang sebelum kota itu diserbu pada 6 Mei. (KAISAR/RAFI)
-
NASIONAL02/11/2026 07:00 WIBWamen HAM Mugiyanto Tegaskan HAM Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045
-
DUNIA02/11/2026 08:00 WIBTrump Terpojok! Demokrat Diramal Sapu Bersih Pemilu Sela AS
-
JABODETABEK02/11/2026 07:30 WIBKhusus Senin! Perpanjang SIM Lebih Praktis di Lokasi Ini
-
JABODETABEK02/11/2026 07:30 WIBAKSI Satu Juta Tanda Tangan untuk Ancol Gratis Menggema di CFD
-
JABODETABEK02/11/2026 05:30 WIBBMKG: Jangan Keluar Rumah Tanpa Payung di 2 Wilayah Ini!
-
NUSANTARA02/11/2026 08:30 WIBDaftar 19 Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Deras
-
POLITIK02/11/2026 09:00 WIBJansen: Pilihannya Gibran Mundur atau Dimundurkan
-
NASIONAL02/11/2026 10:00 WIBKomnas HAM Minta Propam Usut Penggerebekan Ponpes Sukoharjo
















