Connect with us

DUNIA

Iran Izinkan Tiga Negara ini Melintasi Selat Hormuz

Aktualitas.id -

Iran Izinkan Tiga Negara ini Melintasi Selat Hormuz, ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Iran menerapkan kebijakan selektif dengan hanya mengizinkan kapal dari tiga negara untuk melintasi Selat Hormuz di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Langkah ini diambil setelah Iran memperketat pengawasan jalur strategis tersebut menyusul penutupan akses sejak pecahnya konflik pada 28 Februari 2026. Kebijakan ini berdampak besar terhadap perdagangan global, mengingat sekitar seperlima pasokan energi dunia melewati jalur tersebut.

Tiga Negara yang Diizinkan Melintas

Berdasarkan laporan perusahaan intelijen maritim Windward, berikut tiga negara yang mendapat izin khusus:

1. India
Iran memberikan lampu hijau bagi kapal-kapal India. Setidaknya dua kapal tanker LPG berhasil melintasi Selat Hormuz dan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan di India setelah adanya komunikasi antara New Delhi dan Teheran.

2. Pakistan
Kapal tanker berbendera Pakistan, Karachi, dilaporkan sukses melewati jalur yang diizinkan Iran. Kapal jenis Aframax ini keluar dari kawasan Teluk melalui rute yang diawasi.

3. Turki
Iran juga mengizinkan kapal milik Turki untuk melintas. Persetujuan diberikan kepada kapal yang sebelumnya berada di sekitar perairan Iran.

Negara Lain Masih Menunggu

Sejumlah negara lain masih berupaya mendapatkan akses serupa. China disebut tengah menjajaki negosiasi dengan Iran karena ketergantungannya terhadap jalur ini sangat besar, dengan sekitar 45 persen impor minyaknya melewati Selat Hormuz.

Sementara itu, Prancis dan Italia juga dilaporkan telah mengajukan permintaan, namun belum memperoleh kepastian izin.

Dampak Besar ke Perdagangan Global

Kebijakan blokade selektif ini menunjukkan strategi Iran dalam mengontrol arus energi global. Meski menutup akses secara umum, Teheran tetap membuka jalur terbatas bagi negara yang dianggap tidak berafiliasi dengan Washington.

Situasi ini meningkatkan ketidakpastian pasar energi dunia dan berpotensi memicu lonjakan harga minyak serta gangguan rantai pasok global. (Mun)

TRENDING