DUNIA
Seluruh Tentara AS Tinggalkan Suriah Usai 10 Tahun Bertahta
AKTUALITAS.ID – Amerika Serikat resmi menarik seluruh pasukannya dari Suriah, menandai berakhirnya kehadiran militer selama satu dekade di negara tersebut. Penarikan ini menjadi titik balik penting dalam dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah.
Pasukan Amerika Serikat terakhir dilaporkan meninggalkan pangkalan militer mereka di wilayah Hasakah, Suriah, pada Kamis waktu setempat.
Dengan langkah ini, AS secara resmi mengakhiri kehadiran militernya di Suriah yang telah berlangsung sejak 2015 dengan dalih memerangi kelompok ekstremis ISIS.
Pangkalan terakhir yang ditinggalkan, dikenal sebagai Qasrak, langsung diambil alih oleh militer Suriah.
Setelah penarikan pasukan AS, pemerintah Suriah menyatakan telah mengambil alih seluruh situs militer yang sebelumnya digunakan oleh Amerika.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari penguatan kedaulatan nasional serta upaya penuh dalam menangani ancaman keamanan di dalam negeri.
Pakar Suriah Charles Lister menyebut bahwa pangkalan tersebut kini dikuasai Divisi ke-60 tentara Suriah yang sebagian besar terdiri dari pejuang Kurdi dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF).
Integrasi SDF ke dalam struktur militer nasional menjadi faktor penting dalam proses transisi keamanan pasca-penarikan AS.
Penarikan pasukan dan peralatan militer AS dilakukan melalui jalur Yordania. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi serangan dari kelompok paramiliter yang beroperasi di wilayah Irak.
Keputusan AS menarik pasukan terjadi setelah perubahan besar dalam kepemimpinan Suriah, menyusul jatuhnya Bashar al-Assad pada akhir 2024 dan naiknya pemerintahan baru.
Washington sebelumnya juga berperan dalam memfasilitasi kesepakatan antara SDF dan pemerintah Suriah dalam upaya stabilisasi wilayah.
Penarikan ini diperkirakan akan berdampak besar terhadap peta kekuatan di Timur Tengah, termasuk hubungan antara Suriah, Turki, dan kelompok Kurdi.
Selain itu, langkah ini juga menandai berakhirnya salah satu keterlibatan militer langsung AS di kawasan konflik.
Kepergian pasukan AS dari Suriah membuka babak baru dalam dinamika politik dan keamanan regional. Kini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana pemerintah Suriah mengelola stabilitas pasca-penarikan tersebut. (Mun)
-
NASIONAL09/09/2026 14:00 WIBPolri dan Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda
-
NASIONAL09/09/2026 15:30 WIBGulam Sharon Bongkar Masalah BBM di Pontianak
-
NASIONAL09/09/2026 15:46 WIBBea Cukai Sita Ribuan Rokok Ilegal, BCW: Jangan Cuma di Hilir, Bongkar Pabrik dan Jaringannya
-
RIAU09/09/2026 14:30 WIBALFI Riau Desak Pemerintah Bongkar Ulang KBLI Multimoda
-
POLITIK09/09/2026 17:00 WIBBawaslu dan BSSN Bangun Pertahanan Siber untuk Pengawasan Pemilu
-
NASIONAL09/09/2026 16:00 WIBErna: Kesejahteraan Rescuer Harus Prioritas
-
NASIONAL09/09/2026 19:00 WIBMori Hanafi Minta Anggaran BMKG 2027 Ditahan
-
DUNIA09/09/2026 15:00 WIBFasilitas Energi Saudi Terbakar Usai Serangan Houthi