Connect with us

EKBIS

IHSG Jadi Raja Asia Pagi Ini

Aktualitas.id -

Ilustrasi suasana bursa efek, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas pada perdagangan perdana Juni 2026. Berbeda dengan mayoritas bursa Asia yang dibuka melemah, pasar saham Indonesia justru melesat dan menjadi indeks dengan penguatan terbesar di kawasan.

Pada pembukaan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG melonjak 82,62 poin atau 1,35% ke level 6.210. Tak lama berselang, indeks bahkan menguat hingga 1,41% dan menyentuh level 6.213.

Data perdagangan menunjukkan investor langsung melakukan aksi beli sejak awal sesi. Nilai transaksi dalam beberapa menit pertama mencapai lebih dari Rp2 triliun dengan volume perdagangan miliaran saham.

Sebanyak ratusan saham bergerak di zona hijau, jauh mengungguli saham yang terkoreksi. Penguatan ini menjadi sinyal rebound setelah IHSG mengalami tekanan sepanjang bulan sebelumnya.

Yang menarik, reli IHSG terjadi saat mayoritas bursa Asia justru bergerak di zona merah. Indeks utama seperti Nikkei Jepang, Topix, KOSPI Korea Selatan, Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite hingga CSI 300 China kompak mengalami pelemahan pada awal perdagangan.

Sebaliknya, pasar saham Indonesia tampil sebagai bintang utama kawasan dengan penguatan paling agresif.

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak utama. BBCA menguat lebih dari 1%, BBRI melonjak sekitar 2%, sementara BMRI juga bergerak positif.

Namun sorotan terbesar datang dari kelompok saham Grup Barito. Saham BREN melesat lebih dari 23%, sementara CUAN melonjak sekitar 24%, menjadikannya salah satu top gainers pada perdagangan pagi.

Analis menilai sentimen domestik mulai membaik setelah pemerintah resmi menjalankan sejumlah kebijakan strategis baru pada awal Juni, termasuk pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang akan mengelola mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas strategis nasional.

Kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat tata kelola devisa hasil ekspor sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Meski demikian, investor masih akan mencermati sejumlah data penting yang dirilis pekan ini, mulai dari inflasi Indonesia, PMI manufaktur, neraca perdagangan, hingga perkembangan konflik geopolitik Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi global.

Untuk sementara, pasar menunjukkan optimisme tinggi. Jika tren penguatan berlanjut hingga penutupan perdagangan, IHSG berpeluang mencatat salah satu pembukaan bulan terbaik sepanjang tahun 2026. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version