DUNIA
Tinggal 48 Jam! Iran Cabut dari Meja Perundingan AS
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat menjelang berakhirnya masa gencatan senjata. Iran dilaporkan tidak berencana menghadiri perundingan lanjutan, memicu kekhawatiran konflik kembali memanas.
Pemerintah Iran menyatakan belum memiliki rencana untuk mengikuti putaran lanjutan negosiasi dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/4/2026).
Lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, mengutip sumber di Teheran yang menyebut bahwa kondisi saat ini belum kondusif untuk melanjutkan dialog.
Sumber dari Fars News Agency dan Tasnim News Agency juga menyebut suasana negosiasi belum menunjukkan perkembangan positif.
Salah satu faktor utama yang menghambat negosiasi adalah blokade yang dilakukan Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran.
Teheran menegaskan bahwa pencabutan blokade menjadi syarat utama sebelum perundingan dapat dilanjutkan.
Kantor berita IRNA bahkan menyebut tuntutan Washington sebagai “tidak masuk akal dan tidak realistis”, sehingga prospek tercapainya kesepakatan dinilai semakin kecil.
Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengungkap bahwa kapal perang AS menembaki kapal Iran di kawasan Selat Hormuz.
Insiden ini terjadi ketika kapal Iran mencoba melintasi jalur tersebut, yang saat ini menjadi titik panas konflik kedua negara.
Iran sempat membuka Selat Hormuz setelah adanya gencatan senjata di kawasan Timur Tengah. Namun, jalur strategis tersebut kembali ditutup setelah AS tetap melanjutkan blokade.
Data pelacakan menunjukkan bahwa lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz kembali menurun drastis, bahkan sempat kosong dari aktivitas.
Sejumlah insiden penembakan dan ancaman terhadap kapal komersial juga meningkatkan risiko keamanan di jalur tersebut.
Gencatan senjata selama dua pekan yang dimulai sejak 8 April 2026 akan berakhir pada 22 April 2026.
Sejauh ini, hanya satu putaran negosiasi yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad pada 11 April, namun belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Presiden AS Donald Trump kembali menyatakan bahwa pihaknya telah menawarkan kesepakatan yang dianggap adil, sembari mengancam akan mengambil tindakan terhadap infrastruktur Iran jika negosiasi gagal.
Di sisi lain, Iran menilai langkah AS sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dan bentuk tekanan terhadap rakyatnya.
Dengan negosiasi yang mandek dan ketegangan militer yang terus meningkat, risiko konflik terbuka antara AS dan Iran semakin besar.
Berakhirnya masa gencatan senjata dalam waktu dekat menjadi momen krusial yang dapat menentukan arah stabilitas kawasan dan ekonomi global. (Mun)
-
PAPUA TENGAH19/04/2026 20:00 WIBEvakuasi dan Pelayanan Kesehatan Warga Korban Pembakaran Honai Oleh KKB
-
JABODETABEK19/04/2026 19:30 WIBSerah Terima Kawal Istana Jadi Atraksi Wajib di CFD
-
EKBIS19/04/2026 22:00 WIB1 Juli 2026 Indonesia Stop Impor Solar
-
DUNIA19/04/2026 18:30 WIBDua Kapal Pertamina Masih Belum Dapat Lintasi Selat Hormuz
-
FOTO20/04/2026 11:08 WIBFOTO: KWP Award 2026 Beri Apresiasi Tokoh Nasional Serta Korporasi Mitra DPR
-
NASIONAL19/04/2026 21:30 WIBTargetkan Sekolah Rakyat Rintisan, Mensos Tinjau STIP
-
DUNIA19/04/2026 22:30 WIBSpanyol Serukan Reformasi PBB
-
OTOTEK19/04/2026 21:00 WIBPerkuat Strategi Mobilitas di China, Audi Jalin Kerjasama Dengan SAIC

















