DUNIA
Drone Iran Hantam Bahrain
AKTUALITAS.ID – Harapan perdamaian di Timur Tengah kembali diguncang. Belum genap sepekan sejak Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik, kedua negara justru kembali saling melontarkan tuduhan pelanggaran perjanjian, disertai aksi militer yang memicu kekhawatiran eskalasi baru.
Situasi semakin memanas setelah Bahrain mengecam keras serangan sejumlah drone yang diklaim berasal dari Iran dan menghantam wilayahnya pada Sabtu (27/6) dini hari.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Bahrain menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara sekaligus tindakan yang dinilai berupaya menggagalkan proses perdamaian yang baru saja disepakati.
Bahrain juga menegaskan memiliki hak untuk mengambil langkah mempertahankan diri. Negara kecil di Teluk itu diketahui menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat, yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan kawasan.
Di sisi lain, Iran membantah menjadi pihak yang lebih dulu merusak perdamaian. Teheran justru menuding Washington telah melanggar kesepakatan melalui serangan udara terhadap fasilitas pengawasan pantai di wilayah selatan Iran.
Pemerintah Iran menyebut operasi militer Amerika sebagai “serangan udara barbar” yang melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena itu, Teheran mengklaim tindakan militernya merupakan langkah defensif untuk membela diri.
Meski mengakui telah melakukan serangan balasan terhadap target-target Amerika di kawasan Teluk, Iran tidak mengungkap lokasi maupun sasaran yang diserang.
Sementara itu, Washington menyatakan serangan udara yang dilakukan sehari sebelumnya merupakan respons atas serangan drone Iran terhadap kapal kargo yang melintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia.
Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim Iran mengenai adanya serangan balasan terhadap aset-aset militer AS.
Rangkaian insiden ini menjadi bentrokan militer pertama antara kedua negara sejak kesepakatan damai diumumkan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sekitar empat bulan.
Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa kesepakatan damai yang semula diharapkan meredakan ketegangan justru menghadapi ujian berat pada fase awal pelaksanaannya. Di tengah saling tuduh dan aksi militer yang terus berlanjut, stabilitas kawasan Timur Tengah kembali berada dalam sorotan dunia. (Mun)
-
NUSANTARA01/10/2026 12:30 WIBKarhutla Mengamuk di Lereng Gunung Salu Lovu
-
EKBIS01/10/2026 11:30 WIBHarga BBM Pertamina per 1 Oktober 2026 Tak Berubah
-
DUNIA01/10/2026 12:00 WIBGeger! 45 Perusahaan Ketahuan Beli Ulasan Google Palsu
-
POLITIK01/10/2026 14:00 WIBIstana Umumkan Perombakan Besar, Ini Daftar Lengkapnya
-
DUNIA01/10/2026 15:00 WIBMojtaba Khamenei Mulai Bersih-Bersih Militer Iran
-
NASIONAL01/10/2026 16:00 WIBMulai 5 Oktober, Duit Insentif SPPG MBG Berubah Total
-
POLITIK01/10/2026 19:00 WIBTiga Nama Besar Terpental dari Kabinet, Tak Dapat Jatah Baru
-
NASIONAL01/10/2026 13:00 WIBMuzani Yakin Sekolah Rakyat Jadi Mesin Cetak SDM Unggul

















