DUNIA
Tentara Bayaran Israel Diduga Incar Tokoh Muslim Inggris
AKTUALITAS.ID – Skenario pembunuhan berdarah dingin nyaris melanda jantung Kota London. Sebuah investigasi mendalam yang dirilis ITV News membongkar aksi gelap Uni Emirat Arab (UEA) yang diduga menyewa tentara bayaran berkewarganegaraan Israel untuk memata-matai hingga mengincar nyawa tokoh Muslim terkemuka Inggris, Anas Altikriti.
Mantan anggota legiun asing Prancis berdarah Israel-Hungaria, Abraham Golan, dilaporkan diterbangkan langsung ke London dengan dana segar dari Abu Dhabi. Golan bukanlah sosok sembarangan—dia adalah bos Spear Operations Group, perusahaan keamanan swasta yang dikenal pernah memimpin eksekusi program pembunuhan terarah pesanan UEA di Yaman.
Dokumen rahasia yang dibongkar ITV News menunjukkan skala pengawasan yang luar biasa intim dan mengerikan terhadap Altikriti yang merupakan CEO Yayasan Cordoba sekaligus akademisi Muslim terkemuka. Tim pengintai memotret detail kendaraan, rute harian menuju kantor, hingga peta area rumah tempat anak-anak Altikriti yang masih kecil tinggal.
Tak hanya itu, Golan bahkan diduga menawarkan dana hingga £100.000 (sekitar Rp2 miliar) kepada konsultan lokal Inggris untuk menjebak Altikriti dalam pertemuan rekayasa. Namun, rencana ini bocor setelah konsultan tersebut ketakutan saat melihat mantan pasukan khusus AS rekan Golan membuat gestur tangan “menggorok leher” ketika mendiskusikan nasib Altikriti.
“Saya merasa sangat mual… terutama ketika mengetahui area sekitar rumah saya difoto saat anak saya masih sangat kecil,” ungkap Altikriti, yang sebelumnya sempat didatangi pihak Kepolisian Kepolisian Inggris untuk diberikan peringatan ancaman pembunuhan.
Nama Abraham Golan dan Spear Operations Group memang dikenal memiliki rekam jejak berdarah. Dalam gugatan hukum di Amerika Serikat, perusahaan tentara bayaran ini terbukti dibayar hingga US$1,5 juta (sekitar Rp23 miliar) per bulan oleh UEA untuk melenyapkan lawan-lawan politik dan tokoh kritis di Yaman.
Langkah keras UEA terhadap Altikriti diduga berkaitan erat dengan kampanye panjang negara Teluk tersebut menindak individu dan lembaga yang dicap berhubungan dengan Ikhwanul Muslimin. UEA sendiri telah memasukkan Yayasan Cordoba yang dipimpin Altikriti ke dalam daftar hitam sejak 2014.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kedutaan Besar UEA di London maupun Washington, serta Kementerian Dalam Negeri Inggris kompak menolak memberikan komentar terkait skandal pembunuhan terencana yang melibatkan aset intelijen Israel tersebut. (Mun)
-
NASIONAL23/08/2026 06:00 WIBBukan Kaleng-kaleng, Ariawan Sabet Gelar Tokoh Muda Jurnalistik Kreatif
-
NUSANTARA23/08/2026 10:00 WIBKarhutla Sumsel Tembus 1.926 Ha
-
DUNIA23/08/2026 08:00 WIB16 Nyawa Melayang dalam Serangan Drone Rusia
-
NASIONAL23/08/2026 07:00 WIBKPK Dalami Dugaan Korupsi Proyek Pemkab Bogor
-
NASIONAL23/08/2026 09:00 WIBWamenaker: Aktivis Kunci Indonesia Lebih Baik
-
NASIONAL23/08/2026 11:00 WIBMenteri LH Bongkar 335 Perusahaan Nakal
-
OASE23/08/2026 05:00 WIB
Allah Menjawab Setiap Ayat Al-Fatihah
-
NASIONAL23/08/2026 17:00 WIBPemerintah Gelontorkan Rp1,2 Triliun untuk Pangan Bencana

















