Connect with us

DUNIA

Badai Arnab Cabut Nyawa 5 Warga India Seketika

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Badai siklon Arnab menerjang wilayah pesisir India dengan kekuatan dahsyat, menewaskan sedikitnya lima orang dan memaksa lebih dari 180.000 warga mengungsi. Angin berkecepatan hingga 150 kilometer per jam menyapu sejumlah wilayah di negara bagian Andhra Pradesh, menyebabkan kerusakan infrastruktur, pohon tumbang, longsor, hingga lumpuhnya aktivitas transportasi.

Korban jiwa dilaporkan tersebar di sejumlah distrik, termasuk Vizag, Anakapalle, Kakinada, Konaseema, dan Godavari Barat. Sebagian korban meninggal akibat tersengat aliran listrik, sementara lainnya tewas setelah tertimpa pohon yang roboh diterjang angin kencang.

Departemen Meteorologi India menyatakan proses pendaratan atau landfall siklon Arnab telah selesai setelah pusat badai bergerak sepenuhnya ke daratan. Sebelum melemah, Arnab dikategorikan sebagai badai siklon “sangat parah” saat melintasi pesisir Andhra Pradesh dan wilayah Yanam.

Kecepatan angin maksimum yang mencapai 125 hingga 135 kilometer per jam dengan embusan hingga 150 kilometer per jam membuat kondisi di sejumlah wilayah berubah mencekam hanya dalam hitungan jam. Setelah menghantam daratan, intensitas badai berangsur menurun dan diklasifikasikan sebagai badai siklon “parah”.

Mengantisipasi dampak yang lebih besar, pemerintah setempat melakukan evakuasi massal terhadap lebih dari 180.000 warga di Andhra Pradesh dan negara bagian tetangga Odisha. Ribuan warga dipindahkan ke lokasi yang lebih aman sebelum badai mencapai daratan.

Dampak siklon tidak hanya dirasakan di permukiman warga. Sejumlah fasilitas umum mengalami gangguan serius akibat pohon tumbang dan kerusakan jaringan infrastruktur. Aktivitas transportasi udara pun ikut terguncang.

Beberapa maskapai membatalkan penerbangan menuju Visakhapatnam dan Vijayawada karena cuaca ekstrem yang membahayakan keselamatan penerbangan. Kondisi tersebut membuat aktivitas di sejumlah bandara mengalami gangguan signifikan.

Pemerintah Andhra Pradesh dan Odisha juga memerintahkan penutupan sekolah sebagai langkah antisipasi untuk melindungi siswa dan tenaga pendidik dari risiko bencana. Kebijakan serupa diterapkan di Kepulauan Andaman dan Nikobar yang memutuskan menghentikan aktivitas belajar mengajar selama dua hari.

Sementara itu, seluruh aktivitas nelayan dihentikan karena kondisi laut yang sangat berbahaya. Tim penyelamat, aparat keamanan, dan petugas tanggap darurat tetap disiagakan untuk menghadapi kemungkinan banjir, longsor, maupun keadaan darurat lain pascabadai.

Meski kekuatan Arnab mulai melemah setelah memasuki daratan, otoritas India masih mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap hujan lebat, banjir lokal, dan potensi longsor yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Siklon Arnab kembali menjadi pengingat betapa rentannya kawasan pesisir India terhadap cuaca ekstrem. Dengan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan aktivitas publik yang meluas, proses pemulihan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu mendatang. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version