Connect with us

EKBIS

IHSG Amblas di Awal Pekan, Investor Asing Waspada Konflik Timur Tengah

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin, (2/3/2026), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik Iran dan Amerika Serikat. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.35 WIB, IHSG berada di level 8.116,66 atau turun 118,83 poin (-1,44%).

Pada awal pembukaan, IHSG sempat menyentuh level 8.092,90 dan bergerak dalam rentang 8.039,51 hingga 8.132,09. Bahkan satu menit setelah pembukaan, indeks sempat merosot lebih dari 2%, mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat sejak awal perdagangan.

Sebanyak 659 saham tercatat melemah, 84 saham menguat, dan 215 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 14,55 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp8,361 triliun dan frekuensi 1.039.000 kali transaksi. Kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp14.532 triliun.

Secara sektoral, sembilan dari sebelas sektor berada di zona merah. Namun sektor energi justru menguat 1,75% dan sektor bahan baku naik 0,50%, seiring lonjakan harga minyak dunia.

Tekanan terhadap IHSG dipicu meningkatnya konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Situasi semakin memanas setelah laporan menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan operasi militer akan terus berlanjut. Pernyataan ini memperburuk sentimen pasar global dan mendorong investor beralih ke aset safe haven.

Harga minyak melonjak lebih dari 8%. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$72,52 per barel, sementara Brent menyentuh US$79,04 per barel. Harga emas juga naik 2,3% akibat lonjakan permintaan aset lindung nilai.

Bursa Asia-Pasifik turut tertekan. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun hampir 2% saat pembukaan, sementara TOPIX melemah 2,1%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 terkoreksi 0,38%.

Kontrak berjangka di Wall Street juga melemah, dengan futures Dow Jones turun sekitar 1%, sementara S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing merosot sekitar 1%.

Di jajaran top losers, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) turun 14,8% ke Rp1.525, diikuti PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) -14,77% ke Rp750, serta PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) -14,68% ke Rp1.075.

Sementara itu, saham PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) melonjak 28,57% ke Rp252. PT Elnusa Tbk (ELSA) naik 17,65% ke Rp1.000, dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) menguat 13,46% ke Rp236.

Analis menilai pasar sedang dalam mode risk-off akibat ketidakpastian geopolitik. Kenaikan harga minyak dan emas menunjukkan investor menghindari aset berisiko.

Namun secara teknikal, IHSG sudah mendekati area oversold sehingga membuka peluang technical rebound menuju MA50 di atas level 8.400. Level support terdekat berada di kisaran 8.100 hingga area psikologis 8.000.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengimbau investor tetap rasional dan memperhatikan fundamental dalam mengambil keputusan investasi di tengah volatilitas global. (Firmansyah/Mun)

TRENDING